benunata.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan terus mematangkan rencana pembangunan “Sekolah Rakyat” sebagai upaya nyata memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Program ini digadang-gadang menjadi solusi atas kesenjangan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang selama ini belum tersentuh layanan pendidikan formal, termasuk anak pekerja migran Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Akhmad, mengungkapkan saat ini rencana tersebut masih dalam tahap persiapan, dengan sejumlah aspek teknis yang terus dimatangkan.
“Sekolah rakyat ini masih dalam tahap proses pekerjaan di lapangan. Lahannya Alhamdulillah sudah tersedia dan kita harapkan pembangunan dapat dimulai pada tahun 2026,” ungkap Akhmad pada Selasa (14/04/26).
Ia menjelaskan, lokasi pembangunan direncanakan berada di kawasan strategis, yakni di sekitar Kantor Bupati Nunukan, tepatnya di area Islamic Center. Lahan seluas kurang lebih 5 hektare telah disiapkan untuk menunjang konsep sekolah terpadu.
Sekolah ini akan mengusung sistem pendidikan terpadu antara jenjang SMP dan SMA. Pada tahap awal, masing-masing jenjang direncanakan memiliki 2 hingga 3 rombongan belajar (rombel), dengan peluang pengembangan jumlah siswa di masa mendatang.
“Konsepnya terpadu antara SMP dan SMA. Untuk tahap awal, masing-masing jenjang akan dibuka 2 sampai 3 rombel, dan ke depan akan disesuaikan dengan kebutuhan,” jelasnya.
Lebih jauh, Akhmad menegaskan bahwa sekolah ini secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang belum pernah mengenyam pendidikan formal.
“Sasaran utama adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu secara ekonomi, termasuk anak-anak pekerja migran Indonesia yang belum mendapatkan akses pendidikan,” katanya.
Menariknya, Sekolah Rakyat ini akan menerapkan sistem asrama (boarding school) dengan fasilitas pendidikan gratis sepenuhnya. Hal ini diharapkan mampu menjangkau peserta didik dari berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil.
“Sekolah ini dirancang berbasis asrama dan tanpa biaya. Harapannya, anak-anak yang membutuhkan bisa mendapatkan pendidikan yang layak tanpa terkendala biaya,” tambahnya.
Dengan konsep tersebut, Pemerintah Kabupaten Nunukan menargetkan sekolah ini mampu mencetak lulusan berkualitas unggul yang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik.
“Targetnya, lulusan sekolah rakyat ini memiliki kualitas yang unggul, bahkan bisa lebih baik dari sekolah yang sudah ada. Konsepnya mengarah pada sekolah unggulan,” tegas Akhmad.
Melalui pembangunan Sekolah Rakyat ini, Pemkab Nunukan berharap tidak hanya membuka akses pendidikan yang lebih luas, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah perbatasan tersebut. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli







