Komunitas Adat Tidung Nunukan Gelar Pekan Budaya Kalimantan di Baloy Adat Binusan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Komunitas masyarakat adat Tidung Kabupaten Nunukan menggelar Pekan Budaya Kalimantan sebagai upaya pelestarian warisan budaya yang hampir terlupakan akibat perkembangan teknologi dan zaman. Kegiatan ini berlangsung meriah di Baloy Adat Binusan, dan melibatkan berbagai suku yang ada di wilayah Pulau Nunukan.

Koordinator Suku Adat Tidung Kabupaten Nunukan, H. Sura’i, menyatakan bahwa acara ini tidak hanya menampilkan budaya suku Tidung, namun juga berbagai budaya lain dari Kalimantan.

Baca Juga :  139 WNI Dipulangkan dari Malaysia, Masalah Dokumen Masih Mendominasi

“Budaya Kalimantan ini bukan hanya Tidung, bukan hanya japin atau kuntau, tapi juga rudot dan budaya suku lain yang kami kembangkan bersama,” kata H.Sura’i, kepada benuanta.co.id, Ahad (4/5/2025)

Pekan budaya ini turut berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Nunukan, dalam rangka mendorong generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya lokal.

“Ini juga ajang silaturrahmi, karena ada dari Kecamatan Lumbis, Sebuku, Sembakung, Sei Manggarai, Sembakung Atulai dan Sebatik, semuanya berkumpul di Baloy Adat Binusan,” tambah H. Sura’i.

Baca Juga :  Diduga Korsleting Listrik, Gedung Veteran Nunukan Terbakar

Menurutnya, Desa Binusan sebagai lokasi asli suku Tidung di tengah Kota Nunukan memang kerap menjadi pusat kegiatan seni dan budaya. Ia menjelaskan, biasanya pegelaran budaya Tidung identik dengan pantai dan menampilkan tarian japin serta tari pesisir. Namun, dalam pekan budaya kali ini, masyarakat juga dapat menyaksikan ragam budaya dari suku-suku lain di Kalimantan. (*)

Baca Juga :  Razia Dua THM di Nunukan, 39 Pengunjung Jalani Tes Urine Narkoba

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *