Bangun Toilet Umum di Kebun Raya Bundayati Rp730 Juta

benuanta.co.id, BULUNGAN – Anggaran pembangunan dua bangunan toilet umum di Kebun Raya Bundayati, Kabupaten Bulungan, senilai Rp730,3 juta menjadi perhatian masyarakat. Besarnya nilai kontrak tersebut memunculkan pertanyaan mengenai rincian biaya dan kesesuaian anggaran dengan bangunan yang direncanakan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan, H. Ismail, menjelaskan bahwa pembangunan toilet tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung yang selama ini mengeluhkan belum tersedianya fasilitas sanitasi di kawasan Kebun Raya Bundayati.

“Fasilitas toilet ini memang dibutuhkan masyarakat yang datang ke Kebun Raya Bundayati. Karena itu, pembangunan dilakukan agar pengunjung memiliki tempat sanitasi yang layak saat beraktivitas di kawasan tersebut,” jelasnya Selasa (20/10/2026).

Baca Juga :  Kondisi Jembatan Gantung di Desa Tanjung Buka Kian Memprihatinkan

Proyek dengan nilai kontrak Rp730.337.231 itu ditandatangani pada 14 Agustus 2026, dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender. Masing-masing bangunan direncanakan berukuran sekitar 9,70 x 4,30 meter.

Jika dibagi rata, nilai kontrak mencapai sekitar Rp365,17 juta per bangunan. Sementara itu, nilai sebelum PPN disebut sebesar Rp650 juta untuk keseluruhan pekerjaan.

Ismail menerangkan, nilai tersebut mencakup sejumlah komponen pembangunan, bukan hanya bangunan toilet yang terlihat secara fisik. Pekerjaan meliputi persiapan, pondasi, struktur, penutup lantai dan dinding, atap, plafon, pintu dan jendela aluminium, pengecatan, instalasi listrik, hingga perlengkapan sanitasi.

Baca Juga :  Aplikasi Silon KPU Tidak Mampu Mendeteksi Keaslian Ijazah

“Perhitungan anggaran dilakukan berdasarkan lingkup pekerjaan yang tercantum dalam kontrak. Di dalamnya ada pekerjaan konstruksi dan fasilitas pendukung yang harus disiapkan agar bangunan bisa digunakan sesuai fungsinya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa proses pengadaan proyek tersebut telah mengacu pada standar dan ketentuan yang berlaku, termasuk peraturan bupati.

Meski demikian, penjelasan mengenai komponen pekerjaan masih perlu didukung keterbukaan rincian anggaran agar masyarakat dapat memahami dasar penetapan nilai kontrak. Informasi mengenai Rencana Anggaran Biaya (RAB), volume pekerjaan, harga satuan material, dan spesifikasi teknis menjadi bagian penting untuk menilai kesesuaian biaya dengan hasil pembangunan.

Baca Juga :  Aksi Damai Pemuda Dayak Kenyah, Kapolda: Semua Sama di Mata Hukum

Besarnya anggaran tidak serta-merta menunjukkan adanya penyimpangan. Namun, penggunaan uang negara tetap membutuhkan penjelasan yang terukur agar publik dapat mengetahui apakah biaya yang dikeluarkan sebanding dengan kualitas dan manfaat fasilitas yang dibangun. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli