benuanta.co.id, BULUNGAN – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) dan pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar tujuh kegiatan lomba dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kaltara. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan olahraga masyarakat dan tradisional.
Ketua Kormi Kaltara Achmad Djufrie, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan berbagai jenis olahraga yang dapat diikuti masyarakat luas. Sejumlah perlombaan yang digelar di antaranya senam, sumpit, panco, engrang, dan asinan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sport Festival yang diselenggarakan bersama Pemprov Kaltara hingga 25 Oktober 2026.
“Dalam rangka ulang tahun Kaltara ini, kami dari Kormi turut menyumbangkan tujuh kegiatan lomba. Salah satunya senam, kemudian ada sumpit, panco, engrang, asinan, dan sejumlah olahraga masyarakat lainnya,” kata Achmad Djufrie, Selasa (20/10/2026)
Ia menjelaskan, Kormi memiliki puluhan Induk Organisasi Olahraga (Inorga) yang menaungi berbagai aktivitas olahraga masyarakat. Melalui festival tersebut, Kormi ingin memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan menikmati olahraga yang mudah dilakukan, sekaligus menghadirkan suasana kebersamaan.
Achmad menilai olahraga masyarakat tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana menjaga kebugaran dan membangun kegembiraan. Karena itu, kegiatan yang digelar dibuat terbuka agar dapat diikuti berbagai kalangan.
“Olahraga masyarakat ini langsung bersentuhan dengan masyarakat. Kegiatannya sederhana, bisa dinikmati bersama, sekaligus membuat masyarakat sehat dan bahagia,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut diikuti sekitar ratusan peserta. Peserta tidak hanya berasal dari Kaltara, tetapi juga melibatkan kelompok senam dari luar daerah, termasuk dari Berau, Kalimantan Timur.
Achmad mengatakan, partisipasi dari luar daerah menunjukkan bahwa kegiatan olahraga masyarakat dapat menjadi ruang pertemuan bagi berbagai komunitas tanpa dibatasi asal peserta.
“Ini terbuka. Namanya juga olahraga masyarakat, siapa saja boleh ikut dari mana pun. Kami ingin olahraga ini semakin dicintai dan disukai masyarakat,” tuturnya.
Selain perlombaan, panitia juga menyiapkan hadiah bagi peserta, termasuk hadiah utama berupa uang tunai dan doorprize. Kormi juga membuka peluang bagi pihak sponsor yang ingin berpartisipasi menambah hadiah untuk memeriahkan kegiatan.
Achmad berharap, melalui Sport Festival HUT ke-14 Kaltara, masyarakat semakin tertarik mengikuti aktivitas olahraga, termasuk olahraga tradisional yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi berikutnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan olahraga tradisional agar tetap dikenal, diminati, dan berkembang di tengah perubahan zaman. (adv)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







