Penumpang di Nunukan Meningkat 33 Persen Jelang Nataru

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Nunukan menggelar apel siaga kesiapan menghadapi Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) di Area Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (19/12/2024).

Apel siaga pembukaan posko angkutan laut Nataru dipimpin oleh Kepala KSOP Kelas IV Nunukan, Ahmad Kosasih. Diikuti oleh TNI, Polri, Pelni, Beacukai, Imigrasi, Basarnas, Dinas Perhubungan, BMKG dan instansi pendukung lainnya.

Baca Juga :  DPRD Nunukan Desak Pemkab Perbaiki Jembatan Rusak di Mamolo

Periode liburan Nataru selalu menjadi momen penting bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan, baik untuk berkumpul bersama keluarga maupun berlibur. Setiap tahunnya, jumlah penumpang yang menggunakan transportasi laut mengalami peningkatan signifikan.

“Untuk periode Natal 2024 dan tahun baru 2025, diprediksi akan terjadi peningkatan jumlah penumpang sebesar 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total mencapai sekitar 2,3 juta penumpang,” kata Ahmad Kosasih, saat apel.

Baca Juga :  WNA Asal Malaysia Ketahuan Masuki Wilayah Indonesia lewat Jalur Ilegal

Sebagai moda transportasi yang menjadi pilihan masyarakat, terutama di wilayah kepulauan seperti Nunukan, angkutan laut menjadi salah satu solusi penting. Namun harus disadari bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama yang harus dijaga.

Untuk memastikan penyelenggaraan angkutan laut Natal dan tahun baru berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar, ada beberapa perhatian khusus yang perlu dilakukan,

Pihaknya telah melaksanakan uji kelayakan kapal dan memastikan seluruh armada dalam kondisi siap beroperasi. Pemeriksaan ini mencakup standar keselamatan, kapasitas penumpang, dan ketersediaan alat-alat keselamatan.

Baca Juga :  Laka Maut Avanza vs Motor di Sebatik Tengah, Pengendara 68 Tahun Meninggal Dunia

Posko Pemantauan Angkutan Laut Nataru akan beroperasi di 264 titik di seluruh Indonesia termasuk di Nunukan mulai 18 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025, dengan melibatkan instansi terkait. Posko ini akan berfungsi sebagai pusat informasi, monitoring, dan penanganan cepat jika terjadi insiden. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *