Warga Binaan Lapas Nunukan Diajarkan Membatik

Nunukan63 views

benuanta.co.id, NUNUKAN – Warga Binaan Lapas Nunukan memfasilitasi warga binaannya untuk membatik yang diberi nama batik cap by Lanuka. Batik cap ini hadir setelah melakukan pelatihan keterampilan oleh pengrajin batik yang berasal dari Tarakan yang dilaksanakan selama 3 hari.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan kini memiliki peningkatan keterampilan baru dengan diluncurkannya fasilitas batik cap by Lanuka.

Kepala sub seksi kegiatan kerja Lapas Nunukan, Mahmud menyatakan, batik cap adalah salah satu jenis hasil proses produksi batik yang menggunakan canting cap. Canting cap yang dimaksud di sini mirip seperti stempel, hanya saja bahannya terbuat dari tembaga atau menggunakan bahan cetakan dari alam ramah lingkungan.

Baca Juga :  Ratusan Juta Hasil Penjualan Rumput Laut Digelapkan, Pria di Nunukan Selatan Diamankan Polisi

Batik tidak hanya menjadi simbol keindahan seni budaya, tetapi juga melambangkan semangat rehabilitasi dan produktivitas di balik jeruji besi. Diproduksi dengan penuh dedikasi oleh narapidana. Proses pembuatan batik cap ini tidak hanya melibatkan keterampilan seni, tetapi juga sebagai bagian dari program pembinaan yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan produktif bagi warga binaan.

Baca Juga :  Bikin Warga Resah, ODGJ di Jalan Ujang Dewa Diamankan Satpol PP Nunukan

Dengan adanya Batik Cap by Lanuka tidak hanya sebagai upaya untuk mengembangkan keterampilan, tetapi juga untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan narapidana atas karya yang mereka hasilkan.

“Batik Cap ini merupakan peningkatan keterampilan yang diakomodasi oleh Lapas Nunukan bagi warga binaan untuk meningkatkan skill dan kualitas dari Batik itu sendiri. Harapannya Batik Lulantatibu hasil karya warga binaan Lapas Nunukan semakin diterima oleh masyarakat,” kata Mahmud, Selasa, 9 Juli 2024.

Baca Juga :  Warga Aji Kuning Lakukan Perbaikan Jembatan Kayu secara Swadaya

Produksi batik Lulantatibu By Lanuka telah mendapat dukungan positif dari berbagai instansi yang ada di Kabupaten Nunukan, masyarakat umum, bahkan digunakan oleh Menteri Hukum dan HAM RI dalam agenda kenegaraan.

Produksi batik sebagai langkah progresif dalam upaya rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi warga binaan. “Kita berharap kegiatan seperti ini dapat meningkatkan keterampilan dan terus dikembangkan dipelbagai bidang lain untuk mendukung program-program rehabilitasi yang berdaya guna dan berkelanjutan,” jelasnya.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *