MALINAU – Berjalan lebih dari 3 jam, Rapat Paripurna ke 13 masa sidang ke-3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malinau akhirnya secara resmi menetapkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Malinau tahun 2021.
Sidang paripurna yang berjalan secara virtual dan dipimpin Plt. Ketua DPRD Malinau, Bilung Ajang itu menetapkan APBD Kabupaten Malinau 2021 sebesar Rp 1,381 triliun.
Dalam rapat paripurna itu, Bupati Malinau Dr. Yansen TP M.Si mengucapkan rasa syukurnya atas rapat paripurna yang telah berjalan dengan baik, tanpa adanya kendala.

Menurutnya, segala rincian APBD Malinau untuk tahun 2021 telah dibuat oleh pemerintah, sesuai dengan kebutuhan dasar, dan kebutuhan yang menyangkut dengan kebutuhan masyarakat Malinau. Baik untuk saat ini maupun saat yang akan datang, yang disesuaikan dengan pendapatan daerah pada tahun 2020 ini.
“Semua telah terincikan dalam laporan pengajuan yang diserahkan kepada DPRD. Di mana pendapatan kita sebesar Rp 1.381.496.880.177 dan belanja kita sebesar Rp 1.378.496.177,” ungkapnya.
Meski apa yang telah direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau pada akhir tahun 2019 lalu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, karena dampak pandemi covid-19, namun Yansen TP mengungkapkan hal itu juga merupakan tantangan baru bagi Pemkab dalam membangun perekonomian dan pembangunan infrastruktur.
“Anggaran kita tahun ini banyak yang bergeser untuk menanggulangi pandemi covid-19. Meski berat, tapi kita berhasil juga melaluinya,” ungkapnya lagi.

“Karena ini tantangan kita untuk menciptakan inovasi dalam membangun Malinau, dan saya yakin kedepan kita mampu membangun Malinau dalam kondisi apapun. Karena kita telah berkali-kali melewati kesulitan seperti ini,” tuturnya.
Tak hanya itu, Yansen TP pun mengingatkan para jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Malinau lebih teliti melihat dan mengembangkan potensi ekonomi Malinau, mengingat hal itu akan menjadi tantangan bagi pemerintahan baru Malinau di tahun 2021 mendatang.
“Penyesuaian penggunaan anggaran di masa pandemi covid-19 tentu harus dilakukan. Namun, kita juga harus bisa dengan jeli meningkatkan berbagai sektor yang berpotensi meningkatkan ekonomi di Malinau. Seperti pariwisata dan peningkatan indsutri kecil masyarakat,” tutupnya.(*)
Reporter : Osarade
Editor : M. Yanudin







