Terkendala Anggaran, FKUB Malinau Akui Sulit Jalankan Program Dengan Maksimal

MALINAU – Tak hanya menegaskan peran Forum Komunikasi Umat Beragama(FKUB) Kabupaten Malinau, ketua dari FKUB Malinau juga akui memiliki keterbatasan anggaran yang membuat peran FKUB belum bisa berjalan maksimal.

Menurut ketua FKUB Malinau Wesly Lufung, saat ini anggaran yang diperoleh oleh FKUB Malinau hanyalah bersumber dari Kementrian Agama (Kemenag) yang sebenarnya hanya merupakan dana hibah yang nominalnya tidak terlalu besar untuk organinasi sebesar FKUB.

“Banyak program maupun kegiatan kita yang tidak bisa kita jalankan karena keterbatasan anggaran,” kata ketua FKUB.

“Adapun anggara kita per tahun itu Rp 50 juta dari Kemenag dan itu pun sebenarnya kurang dan sekarang anggaran kita harus dipangkas karena Covid19,” ungkapnya.

Meski pihaknya tidak mengeluhkan keadaan itu dan lebih memakluminya. Namun Wesly membeberkan jika semua pihak ingin FKUB bisa menjalankan peran dengan lebih maksimal maka, dibutuhkan anggaran tambahan lainnya misalnya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau.

“Kitakan banyak program apalagi peran kita ini harus menyentuh langsung kemasyarakat dan saya berharap kedepannya anggaran kita bisa ditambah,” ujarnya.

“Apalagi kedepannya kita juga ingin membentuk FKUB kecamatan dam FKUB pemuda, jelas kita lebih membutuhkan dorongan lebih,” bebernya.

Disisi lain, saat ditemui oleh Benuanta.co.id Plt Bupati Kabupaten Malinau, Topan Amrullah mengatakan akan menggelar rapat dengan FKUB terkait anggaran.

Diakui Topan, situasi pandemi Covid-19 berdampak pada sejumlah lini, termasuk persoalan postur anggaran.

“Mengenai anggaran, akan kita usahakan. Kita akan rapat dulu untuk merinci kebutuhan bersama FKUB, setelah itu baru bisa kita pastikan,” tutupnya.(*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *