Si Jago Merah Lahap Rumah Warga di Malinau Kota

benuanta.co.id, MALINAU – Sebuah rumah milik warga bernama Hajijah di Gang Baya Taka RT 15, Desa Malinau Kota, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, terbakar pada Rabu (7/10/2026) siang.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.38 WITA. Berdasarkan laporan Pemadam Kebakaran (PMK) Kabupaten Malinau, api diduga pertama kali muncul dari bagian belakang rumah atau area dapur.

Kejadian tersebut diketahui warga setelah api mulai membesar. Agus Hamdani, kakak ipar pemilik rumah, mengaku sedang berada di rumah ketika mendengar teriakan warga yang memberitahukan adanya kebakaran.

“Saya di rumah sedang potong kuku. Saya dengar suara orang teriak, ‘rumah kebakaran’. Saya langsung keluar, lihat api sudah tinggi dan besar,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Agus sempat berupaya masuk melalui bagian depan rumah untuk menolong penghuni. Namun, kobaran api yang sudah membesar membuatnya tidak dapat masuk.

Ia kemudian mencoba menyelamatkan sejumlah barang dari area kios. Namun, saat itu kaca di bagian rumah pecah akibat kondisi kebakaran. Agus hanya sempat mengeluarkan tiga galon dari lokasi.

Baca Juga :  SD Negeri 005 Mentarang Hulu Hanya Diisi Tiga Siswa, Pemda Pastikan Akses Pendidikan Tetap Berjalan

Di tengah situasi tersebut, Agus dan warga lainnya berupaya memastikan penghuni rumah selamat. Ia mengaku mendengar permintaan untuk mencari anak pemilik rumah. Warga kemudian bergotong royong membantu sambil meminta agar petugas pemadam segera dihubungi.

“Saya bilang langsung kasih tahu orang, coba telepon pemadam secepatnya biar bisa menolong di sini. Tidak lama, pemadam datang,” ungkapnya.

Laporan kebakaran diterima Damkar Kabupaten Malinau pada pukul 11.41 WITA. Dua menit kemudian, pada pukul 11.43 WITA, petugas dari Sektor Induk, Sektor Barat dan Sektor Utara bergerak menuju lokasi.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 11.47 WITA dan langsung melakukan pemadaman bersama unsur terkait. Proses pemadaman berlangsung hingga api berhasil dikendalikan dan dinyatakan tuntas sekitar pukul 14.00 WITA.

Kepala Dinas PMK Kabupaten Malinau, Tjito Widjaja, mengatakan penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel dan sejumlah armada pemadam.

Baca Juga :  SD Negeri 005 Mentarang Hulu Hanya Diisi Tiga Siswa, Pemda Pastikan Akses Pendidikan Tetap Berjalan

“Pada hari ini, kami dari Dinas Damkar beserta stakeholder yang lain menangani kebakaran di Gang Baya Taka, RT 15. Kami mengerahkan sekitar 65 personel, kemudian tiga armada tembak dan satu suplai,” terangnya.

Dalam laporan resmi Damkar, total terdapat 60 petugas yang terlibat dalam penanganan. Sebanyak 24 di antaranya merupakan personel Damkar, terdiri dari 10 personel Sektor Induk, delapan personel Sektor Utara dan enam personel Sektor Barat.

Sedangkan unit yang dikerahkan meliputi satu armada Damkar Sektor Induk, satu armada suplai Sektor Induk, masing-masing satu armada dari Sektor Barat dan Sektor Utara, serta satu mobil rescue dan mesin portable.

Proses pemadaman menghadapi kendala karena akses menuju lokasi cukup sempit sehingga menyulitkan kendaraan Damkar masuk. Selain itu, kepanikan warga di sekitar lokasi turut menjadi kendala dalam proses penanganan.

Baca Juga :  SD Negeri 005 Mentarang Hulu Hanya Diisi Tiga Siswa, Pemda Pastikan Akses Pendidikan Tetap Berjalan

Meski demikian, petugas berhasil mengendalikan api sehingga tidak merambat ke bangunan di sekitarnya. Setelah pemadaman, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api dan kondisi lokasi dinyatakan aman.

“Syukur alhamdulillah, penanganan hari ini atas nama rumah Bu Hajijah telah selesai kami laksanakan dan tidak merambat ke mana-mana,” ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, rumah milik Hajijah dilaporkan habis terbakar. Sementara luas bangunan yang terbakar dan nilai kerugian material masih dalam pendataan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Adapun penyebab pasti kebakaran masih dalam proses investigasi pihak kepolisian.

Tjito mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat menggunakan peralatan listrik dan alat memasak.

“Kami berharap kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan listrik maupun alat-alat memasak dan jangan ditinggalkan, sehingga tidak terjadi kebakaran di pemukiman,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *