benuanta.co.id, MALINAU – Kebakaran melanda Pondok Pesantren Al-Khairat Putra di RT 02, Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Kamis (22/10/2026) pagi. Dua bangunan asrama, satu kantor administrasi, dan dua mobil minibus hangus terbakar. Seorang santri mengalami luka ringan akibat terkena pecahan kaca.
Kebakaran yang terjadi bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2026 itu tidak menimbulkan korban jiwa. Beruntung, para santri sedang mengikuti kegiatan peringatan Hari Santri sehingga tidak berada di lokasi saat api membesar.
Ustazah Pondok Pesantren Al-Khairat Putra Malinau, Wahyuni, mengatakan kebakaran diketahui setelah kegiatan upacara dan ramah-tamah santri selesai dilaksanakan. Salah seorang santri melihat kepulan asap dari asrama kedua, kemudian pengurus dan santri berupaya memadamkan api sekaligus menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dikeluarkan.
“Setelah selesai upacara, kami melakukan ramah-tamah santri. Salah satu dari santri kami melihat ada kepulan asap dari asrama kedua,” ujarnya.
Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak mampu mencegah api melahap bangunan. Menurut Wahyuni, asrama pertama dan kedua tidak dapat diselamatkan hingga akhirnya hangus terbakar. Petugas pemadam kebakaran kemudian tiba di lokasi untuk membantu proses pemadaman.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malinau, Tjito Wijaya, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 08.16 WITA. Petugas berangkat satu menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 08.19 WITA. Pemadaman berlangsung hingga pukul 09.45 WITA, dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan lokasi aman.
Dalam penanganan tersebut, petugas mengerahkan armada dari sektor induk, utara, dan barat, didukung mobil suplai air, armada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mobil penyelamatan, mesin portabel, serta mobil komando. Sejumlah unsur terkait juga terlibat dalam penanganan kebakaran.
“Untuk penyebab, menunggu hasil investigasi selanjutnya,” ungkapnya.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, seorang santri bernama Sandi Yoga mengalami luka pada tangan dan kaki akibat pecahan kaca. Tidak ada korban luka berat maupun korban jiwa. Dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik, tetapi penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Sementara itu, Wakil Bupati Malinau, Jakaria, bersama Sekretaris Daerah, Asisten I, dan jajaran kepolisian meninjau lokasi saat proses pendinginan. Ia menyebut peristiwa tersebut menjadi musibah bagi pesantren, terlebih terjadi pada momentum Hari Santri Nasional. Namun, ia bersyukur para santri tidak berada di asrama ketika kebakaran terjadi.
Jakaria mengatakan pemerintah daerah akan berupaya membantu pemulihan pesantren, meskipun kondisi anggaran sedang terbatas.
Kerusakan asrama menjadi persoalan mendesak karena para santri untuk sementara harus tinggal di rumah-rumah hingga tersedia tempat tinggal yang dapat digunakan kembali.
“Ini sangat mendesak, karena santri tidak bisa tinggal di asrama, harus tinggal di rumah-rumah dulu sementara. Kita berharap tidak terlalu lama ini bisa tertangani,” ungkapnya.
Ia juga meminta pihak pesantren membangun komunikasi dengan masyarakat Muslim di Kabupaten Malinau untuk membantu meringankan beban akibat kebakaran.
Pemerintah daerah, kata dia, akan mengambil bagian dalam upaya membantu pemulihan. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malinau turut menyerahkan bantuan kepada pimpinan Pondok Pesantren Al-Khairat, Ustaz Jakaria.
Hingga pemadaman dan pendinginan selesai, kondisi lokasi dinyatakan aman. Kendati demikian, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, sementara kebutuhan tempat tinggal sementara bagi santri dan pemulihan bangunan menjadi pekerjaan mendesak agar kegiatan pendidikan di pesantren tersebut dapat kembali berjalan. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina








