benuanta.co.id, NUNUKAN – Kebutuhan pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Nunukan masih jauh di atas alokasi yang tersedia. Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi II DPRD Nunukan yang mendorong pemenuhan kebutuhan pupuk melalui komunikasi langsung dengan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).
Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam, membawa persoalan tersebut dalam kunjungannya ke Kantor Pusat PT Pupuk Kaltim. Dalam pertemuan itu, DPRD memaparkan kebutuhan pupuk Kabupaten Nunukan berdasarkan data dari Dinas Pertanian.
Data tersebut menunjukkan kebutuhan pupuk bersubsidi Nunukan mencapai 1.947 ton Urea dan 3.894 ton NPK. Namun, alokasi yang tersedia saat ini baru 882 ton Urea dan 1.375 ton NPK. “Artinya, masih kita masih kekurangan sebanyak 1.065 ton Urea dan 2.519 ton NPK,” sebut Fajrul.
Fajrul mengatakan, kesenjangan antara kebutuhan dan alokasi tersebut perlu mendapat perhatian karena pupuk menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang produktivitas petani.
“Kami menyampaikan langsung kebutuhan pupuk Kabupaten Nunukan berdasarkan data dari Dinas Pertanian. Harapannya, kebutuhan tersebut dapat menjadi perhatian dan pemenuhannya dilakukan secara bertahap serta tepat sasaran,” ungkapnya.
Menurutnya, komunikasi dengan pihak Pupuk Kaltim menjadi langkah penting untuk mencari solusi atas keterbatasan pasokan pupuk yang diterima petani Nunukan.
Selain mendorong pemenuhan pupuk bersubsidi, Komisi II juga berharap akses terhadap pupuk nonsubsidi dapat diperkuat sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan petani yang belum tertutupi alokasi subsidi.
“Kami berharap aspirasi dan komunikasi hari ini membawa manfaat bagi petani Nunukan. Perjuangan untuk pemenuhan pupuk subsidi maupun nonsubsidi harus terus dilakukan agar kebutuhan petani dapat direalisasikan secara bertahap dan tepat sasaran,” jelasnya.
Ia menegaskan, persoalan pupuk tidak hanya menyangkut ketersediaan barang, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan aktivitas pertanian dan produktivitas masyarakat di daerah.
Sehingga, DPRD Nunukan akan terus mendorong agar kebutuhan pupuk yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti, terutama untuk mengurangi selisih antara kebutuhan petani dengan alokasi yang tersedia. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







