Waspada! Kualitas Udara Malinau Mengarah ke Level Merah

Malinau11 views

benuanta.co.id, MALINAU — Kualitas udara di Kabupaten Malinau mulai menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Hasil pengukuran sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malinau di kawasan Dataran Tinggi RT 4 Respen mencatat konsentrasi PM10 mencapai 204, jauh di atas standar 75.

Angka tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya partikulat di udara di tengah kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.

Kepala DLH Kabupaten Malinau, dr. Jhon Felik, mengatakan pengukuran dilakukan menggunakan alat mobile sederhana yang dimiliki DLH. Dari pemantauan tersebut, kualitas udara di Malinau saat ini masuk kategori tidak sehat.

“Berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa kondisi kualitas udara saat ini di Kabupaten Malinau masuk dalam kategori tidak sehat,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga :  Kualitas Udara Memburuk, Malinau Terapkan BDR untuk Pelajar

Selain PM10, parameter lain juga menunjukkan angka di atas standar. Kadar CO2 tercatat 496, sedangkan standar yang digunakan berada pada kisaran 250–350. Sementara PM2.5 mencapai 64 dari standar 55. Namun, lonjakan PM10 menjadi perhatian utama. Dengan angka 204, konsentrasinya berada hampir tiga kali lipat dari standar 75.

DLH menyimpulkan kondisi udara saat ini berada pada kategori kuning dan cenderung mengarah ke merah apabila tidak terjadi hujan. Kondisi tersebut masih berpotensi memburuk apabila paparan asap dan partikulat terus bertahan.

Dirinya mengakui hasil pengukuran menunjukkan kualitas udara berada di atas ambang yang seharusnya. Meski kenaikannya disebut belum terlalu tinggi, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga :  Kabut Asap Ganggu Konektivitas Udara Malinau, Wings Air Batal Terbang

“Memang dari hasil pemeriksaan, tidak sehat di atas 55, 56,1. Artinya sedikit naik dari nilai yang seharusnya. Tetapi kita tetap waspada,” ungkapnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika berada di luar ruangan. Anak-anak dan lanjut usia juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah karena termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.

Di sisi lain, pengukuran yang baru dilakukan pada titik tertentu menunjukkan masih perlunya data yang lebih luas untuk memastikan sebaran dan tingkat pencemaran udara di wilayah Malinau. DLH menyatakan pemantauan akan dilanjutkan di sejumlah titik lainnya.

Baca Juga :  Kualitas Udara Memburuk, Malinau Terapkan BDR untuk Pelajar

“Kita akan terus melakukan pemantauan kualitas udara ini di beberapa titik di Kabupaten Malinau,” kata Jhon.

Kondisi tersebut menempatkan pemerintah daerah pada kebutuhan untuk bergerak lebih cepat. Sebab, ketika kualitas udara mulai mengarah ke level merah, persoalannya bukan lagi sekadar imbauan memakai masker, tetapi bagaimana memastikan masyarakat—khususnya anak-anak dan lansia—mendapat perlindungan jika kualitas udara terus memburuk.

DLH akan terus menyampaikan perkembangan hasil pemantauan kepada masyarakat sebagai dasar kewaspadaan terhadap perubahan kualitas udara di Kabupaten Malinau. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *