Kepala UPTD TIKP Disdikbud Kaltara, Khairunnisa Maharani, S.Pd. (Foto: Alvianita/Benuanta)
benuanta.co.id, BULUNGAN – Cara belajar secara online terus berkembang. Kali ini, guru tingkat SMA di Kalimantan Utara (Kaltara) dikenalkan dengan penggunaan Gamification in Online Learning untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan tidak monoton.
Pelatihan ini digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara melalui UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP). Sebanyak 35 guru dari lima kabupaten/kota di Kaltara mengikuti kegiatan tersebut.
Kepala UPTD TIKP Disdikbud Kaltara, Khairunnisa Maharani, S.Pd., mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memberikan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
Menurutnya, gamifikasi bukan berarti guru hanya mengajak siswa bermain game saat belajar. Namun, unsur permainan bisa digunakan untuk membantu penyampaian materi pelajaran.
“Bukan hanya game yang bermain biasa, tapi bagaimana pembelajaran itu bisa diolah secara menarik melalui permainan,” ujarnya, Rabu (7/10/2026).
Dalam pelatihan tersebut, Disdikbud Kaltara bekerja sama dengan SEAMEO SEAMOLEC yang berkantor di Jakarta. Pihak SEAMEO SEAMOLEC menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Khairunnisa berharap, setelah mengikuti pelatihan, guru tidak hanya menyimpan pengetahuan yang didapat di laptop. Guru diharapkan bisa mencoba menerapkannya saat mengajar di sekolah.
“Jadi bukan hanya untuk bisa pelatihan disimpan di laptop saja. Harapannya juga dapat diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas,” katanya.
Ia menjelaskan, penggunaan gamifikasi nantinya tidak hanya bisa digunakan untuk pelajaran yang berhubungan dengan teknologi. Guru matematika, bahasa Indonesia, sejarah hingga sains juga bisa menyesuaikan metode tersebut dengan materi yang diajarkan.
“Tidak mesti IT saja, tapi bisa menyesuaikan dengan mata pelajaran atau bidang pelajaran yang mereka ampu. Jadi bisa guru matematika, bahasa Indonesia, sejarah maupun sains dan lainnya,” jelasnya.
Guru yang mengikuti pelatihan nantinya akan membuat contoh pembelajaran terlebih dahulu. Setelah itu, materi tersebut bisa langsung dicoba di kelas atau dikembangkan kembali sesuai kebutuhan.
Tidak hanya diterapkan oleh peserta pelatihan, Khairunnisa juga berharap ilmu yang didapat bisa dibagikan kepada guru lainnya. Bahkan, peserta yang dinilai memiliki kemampuan baik nantinya berpeluang menjadi narasumber untuk membagikan pengetahuan tersebut secara daring.
Namun, dalam penerapan pembelajaran secara online, salah satu hal yang masih menjadi perhatian adalah jaringan internet. Sebab, pembelajaran daring membutuhkan akses internet yang cukup agar bisa berjalan dengan baik.

Menurut Khairunnisa, metode ini juga bisa mendukung pelaksanaan pendidikan jarak jauh (PJJ) yang sudah berjalan di Kaltara, salah satunya di SMA Negeri 1 Tarakan dan wilayah Tanjung Palas.
Selain itu, penggunaan gamifikasi juga bisa menjadi pilihan ketika guru harus melaksanakan belajar dari rumah (BDR), terutama saat kondisi cuaca membuat pembelajaran tatap muka tidak memungkinkan.
“Apalagi kadang-kadang guru juga melakukan BDR dalam kondisi cuaca seperti ini. Jadi itu juga bisa diterapkan, seperti itu harapannya,” tutupnya. (adv)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







