MALINAU – Sesuai dengan surat edaran yang diberikan oleh Komite Pemuda Nasional Indonesia(KNPI) pusat, kepada seluruh jajaran Dewan Pembina Daerah(KNPI) termasuk KNPI Kabupaten Malinau, yang melarang adanya upacara peringatan hari sumpah pemuda karena terkait dengan pandemik Covid-19.
Membuat Dewan Pembina Daerah KNPI Malinau harus memperingati hari sumpah pemuda dengan cara yang berbeda dengan peringatan sumpah pemuda yang sebelumnya.
Ketua DPD KNPI Malinau Oktrianus Charles, S. T, M. Si mengatakan tahun ini pihaknya tidak akan melakukan upacara peringatan sumpah pemuda baik secara tatap muka maupun secara online.
Dan sebagai pengganti dari upacara peringatan itu, Charles bersama jajaran DPD KNPI Malinau pun, bersama-sama berkeliling Kota Malinau untuk membagikan ribuan masker kepada masyarakat.
“Ini kegiatan sosial yang kita lakukan sebagai pengganti upacara peringatan sumpah pemuda,” kata ketua DPD KNPI Malinau lagi
“Karena tema sumpah pemuda tahun ini ialah ‘ Bersatu Bangkit’. Maka kita mengharapkan dengan pembagian masker ini, kita bersama bisa bersatu bangkit melawan virus corona,” ujarnya.
Meski tidak dapat membagikan masker tersebut kepada seluruh masyarakat kabupaten Malinau. Namun, Charles tetap mengharapkan dengan adanya pembagian ini baik masyarakat yang mendapatkan masker maupun yang tidak mendapatkannya, tetap bisa selalu hidup dengan standar protokol kesehatan agar dapat membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Namanya pemuda kan, kita pasti selalu mendukung program pemerintah, termasuk dalam menangani pencegahan penyebaran virus corona dan meski ini hanya masker, tapi masyarakat begitu antusias tadi dan ini membuktikan kalau masyarakat Malinau siap bangkit melawan pandemik corona,” imbuhnya.
Dikesempatan yang sama, Ketua DPD KNPI Malinau itu juga membeberkan, kalau akan ada kegiatan lainnya selain pembagian masker kepada masyarakat, yaitu lomba festival seni virtual sebagai pengganti turnamen olahraga kepemudaan.
“ Sebelumnya, kita berencana ingin mengadakan lomba olahraga. Karena pandemik corona, jadi kita ganti dengan lomba festival seni secara virtual dan akan dinilai secara virtual juga,” tutupnya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli








