Speedboat Race 40 PK Kembali Digelar, Hadiah Ratusan Juta

benuanta.co.id, TARAKAN – Lomba Speedboat Race kategori mesin 40 PK kembali digelar di Tarakan pada 23 Agustus 2026 mendatang. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini, akan berlangsung di kawasan Lemakan Samudra seperti pelaksanaan tahun sebelumnya dan menyiapkan total hadiah ratusan juta rupiah bagi para peserta.

Komandan Satrol Kodaeral XIII, Kolonel Laut (P) Nurfarit Syarifudin, S.H., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., mengungkapkan perlombaan tersebut merupakan hasil kolaborasi Kodaeral XIII bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kaltara.

Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT pertama Kodaeral XIII, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong masyarakat semakin mengenal dan mengembangkan olahraga perairan.

“Kita akan menyelenggarakan lomba perairan balap speed untuk 40 PK, untuk mencoba menggalakkan olahraga perairan,” ungkapnya, Selasa (4/8/2026).

Pelaksanaan lomba dijadwalkan pada Ahad, 23 Agustus 2026 mendatang, mulai pagi hingga sore hari. Panitia juga membuka perlombaan tersebut bagi peserta dari berbagai daerah sehingga ajang ini tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Tarakan, tetapi diharapkan mampu menarik peserta dari seluruh wilayah Kalimantan.

“Ini akan kita laksanakan tanggal 23 Agustus dari pagi sampai sore, tentatif waktunya, dan pesertanya pun kita bisa dari seluruh wilayah Kalimantan bahkan internasional, siapapun yang ingin kita terbuka untuk umum,” jelasnya.

Baca Juga :  BP3MI Kaltara Dorong Lulusan SMK Siap Bersaing di Pasar Kerja Global

Untuk memastikan kegiatan dapat berjalan dengan baik, persiapan telah dilakukan panitia sejak sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan. Berbagai hal teknis mulai dari kondisi lapangan, alur perlombaan, potensi risiko hingga kondisi pasang-surut air telah diperhitungkan karena perlombaan berlangsung di wilayah perairan.

“Kita sudah mulai rancang bagaimana kejadiannya, kemudian persiapan dari lapangannya terutama risikonya di mana, alurnya seperti apa, pasang-surutnya,” bebernya.

Perhitungan terhadap pasang-surut menjadi salah satu perhatian utama karena kondisi perairan dapat berubah dari pagi hingga sore dan berpotensi memengaruhi jalannya perlombaan. Panitia berupaya agar perubahan kondisi tersebut tidak menimbulkan ketidakadilan bagi peserta yang bertanding pada waktu berbeda, sehingga kondisi perairan menjadi salah satu faktor yang sejak awal telah diperhitungkan.

“Biar lebih objektif kalau terjadi arus pasang-surut yang lebih tinggi, itu kan nanti dari pagi dengan sore akan berbeda,” katanya.

Dalam menentukan lokasi perlombaan, panitia juga melakukan perhitungan bersama HNSI dengan mempertimbangkan aspek teknis perlombaan sekaligus kemudahan masyarakat untuk menyaksikan kegiatan. Kawasan Samudra kembali dipilih seperti pelaksanaan tahun sebelumnya karena dinilai memungkinkan kegiatan berlangsung sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati perlombaan.

Baca Juga :  Dua Jembatan Menuju Krayan Masuk Tahap Pembangunan

“Kita hitung bersama dengan HNSI, pantas dan pasnya di mana dan ketemulah di sini yang kira-kira bisa masyarakat juga menikmati seluruhnya,” tuturnya.

Aspek keamanan juga menjadi bagian yang diperhitungkan sejak awal persiapan. Panitia menyiapkan pola pengawasan yang melibatkan tim Kodaeral dan HNSI, sementara keberadaan tim kesehatan serta kemungkinan proses evakuasi apabila terjadi kondisi darurat juga menjadi perhatian dalam menentukan lokasi dan alur kegiatan.

“Dari segi keamanan, karena sudah kita rancang sehingga untuk keamanan ini sudah kita perhitungkan lebih nyaman di sini, dari tim Kodaeral dan tim HNSI nanti pengawasannya lebih mudah,” terangnya.

Selain lokasi perlombaan, panitia juga telah menentukan tempat posko yang akan digunakan selama kegiatan berlangsung. Posko tersebut berada di area Lemakan Samudra dan menjadi bagian dari persiapan lapangan untuk mendukung koordinasi serta pengawasan selama perlombaan.

“Untuk perlombaan posko tempatnya ada di Lemakan Samudra seperti tahun lalu,” imbuhnya.

Dari sisi hadiah, panitia menyiapkan total hadiah yang mencapai ratusan juta rupiah. Hadiah tersebut tidak hanya diberikan untuk juara pertama hingga ketiga, tetapi juga tersedia bagi juara keempat dan juara harapan hingga posisi keempat, dengan masing-masing pemenang mendapatkan nominal puluhan juta rupiah.

Baca Juga :  Antisipasi Kandungan Logam Berat, BPPMHKP Rutinkan Pengujian Sampel Komoditas Perikanan Kaltara

“Kalau total yang jelas seratusan juta, tapi untuk perinciannya juara satu pasti puluhan, juara dua pasti puluhan, juara tiga pasti puluhan, juara empat pasti puluhan,” paparnya.

Pendaftaran peserta juga telah mulai dibuka dan panitia saat ini masih memberikan informasi kepada calon peserta mengenai ketentuan serta teknis perlombaan.

Dengan hadiah yang disiapkan, panitia berharap masyarakat dari berbagai wilayah tertarik untuk ikut ambil bagian dan meramaikan perlombaan yang digelar dalam momentum peringatan kemerdekaan tersebut.

“Sambil kita publikasikan dengan hadiah yang menurut kami pas dengan nanti sesuai dengan harga yang akan mereka perjuangkan,” lanjutnya.

Nurfarit menegaskan kegiatan tersebut tidak hanya diposisikan sebagai perlombaan untuk mencari peserta tercepat, tetapi juga sebagai hiburan yang dapat dinikmati masyarakat luas. Melalui kegiatan tersebut, TNI Angkatan Laut juga ingin menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat Kaltara, khususnya masyarakat yang hidup dan beraktivitas di wilayah pesisir.

“Ini adalah pesta rakyat dan membuktikan bahwa TNI khususnya Angkatan Laut bisa dekat dengan masyarakat di Kalimantan Utara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *