benuanta.co.id, TARAKAN – Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kalimantan Utara (Kaltara) mulai diarahkan untuk memanfaatkan peluang kerja di luar negeri melalui program SMK Go Global. Program ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas lulusan agar kompetensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dan negara tujuan penempatan.
Ketua Tim Kelembagaan dan Kerja Sama BP3MI Kalimantan Utara, Usman Affan, mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya memperluas informasi mengenai peluang kerja luar negeri sekaligus mempersiapkan lulusan agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global. Menurutnya, peserta akan dipetakan berdasarkan jurusan dan jabatan yang tersedia di negara tujuan.
“Program kita ini peningkatan kapasitas. Bagi anak-anak kita alumni SMK, sesuai dengan jurusan dan sesuai dengan jabatan yang ada di luar negeri,” ungkapnya, Sabtu (1/8/2026).
Dalam program tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan informasi mengenai peluang pekerjaan, tetapi juga akan dipersiapkan melalui peningkatan kemampuan teknis dan bahasa asing. Pelatihan nantinya disesuaikan dengan jenis pekerjaan serta negara yang menjadi tujuan penempatan.
“Artinya kita membuat program itu diberikan pelatihan baik itu pelatihan teknis maupun bahasa asing sesuai dengan job dan tujuan negara penempatan,” ujarnya.
Usman mencontohkan bidang hospitality, khususnya housekeeping, sebagai salah satu kompetensi yang memiliki peluang untuk diarahkan ke pasar kerja luar negeri. Salah satu negara yang disebut memiliki peluang untuk bidang tersebut adalah Turki.
“Sebagai contoh seperti untuk hospitality, khususnya housekeeping, peluang kerja itu di Turki,” katanya.
Sosialisasi program tersebut dilakukan dengan melibatkan sejumlah SMK di Tarakan. Peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari beberapa sekolah dengan latar belakang kompetensi yang berbeda sehingga pemetaan peluang kerja nantinya dapat disesuaikan dengan bidang yang telah mereka pelajari di sekolah.
“Kita undang beberapa SMK yang hadir pada hari ini. Sebagai contoh, SMK 3 Tarakan,” terangnya.
Menurut Usman, program tersebut tidak secara eksklusif hanya ditujukan bagi lulusan SMK. Lulusan SMA juga dapat memiliki peluang sepanjang memenuhi kompetensi, kemampuan, dan persyaratan yang dibutuhkan untuk pekerjaan yang tersedia.
“Sebatas SMK saja? SMA juga ada, sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya. Karena kita lebih ke kompetensi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, lulusan sekolah pada dasarnya telah memiliki bekal kompetensi dari pendidikan yang ditempuh. Karena itu, peningkatan kapasitas yang dilakukan BP3MI salah satunya diarahkan pada kemampuan tambahan yang dibutuhkan untuk menyesuaikan diri dengan negara tujuan, terutama kemampuan bahasa asing.
“Tinggal kita meningkatkan kapasitas mungkin dari kompetensi bahasa asing. Sesuai dengan negara tujuan,” ujarnya.
Kebutuhan kemampuan bahasa tersebut akan disesuaikan dengan negara tempat calon pekerja nantinya diarahkan. Jika tujuan penempatan adalah Korea, misalnya, calon pekerja perlu mendapatkan pembekalan bahasa Korea, tanpa mengesampingkan kompetensi kerja yang menjadi dasar utama.
“Kalau negara tujuannya ke Korea, kita harus siapkan bahasa Korea. Tetap berkompetensi BNSP,” bebernya.
Meski demikian, BP3MI Kaltara saat ini masih melakukan pemetaan terhadap potensi dan kebutuhan tenaga kerja yang dapat diproyeksikan melalui program tersebut. Data yang tersedia disebut belum sepenuhnya mencukupi sehingga proses pendataan dan pemetaan masih terus dilakukan untuk mempersiapkan program ke depan.
“Kita masih sementara, data yang ada ini kita belum mencukupi. Namun kita tetap terus memetakan, paling tidak untuk tahun depan persiapannya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli








