Antisipasi Kandungan Logam Berat, BPPMHKP Rutinkan Pengujian Sampel Komoditas Perikanan Kaltara

benuanta.co.id, TARAKAN – Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Tarakan memastikan keamanan hasil perikanan Kalimantan Utara (Kaltara). Hal ini dipastikan setelah pihaknya melakukan pengujian terhadap ratusan sampel perikanan dan tidak ditemukannya kandugan logam berat yang mendekati maupun melebihi ambang batas.

Kepala BPPMHKP Tarakan, Piyan Gustaffiana, S.St.Pi., M.Si., M.H., mengatakan pemeriksaan sampel perikanan dilakukan secara rutin guna memastikan hasil perikanan dapat dikonsumsi dengan aman oleh masyarakat. Adapun kandungan berbahaya yang perlu diwaspadai seperti kadmium (Cd), merkuri (Hg), maupun timbal (Pb).

“Target utama (sampel) kami memang di Unit Pengolahan Ikan, selain itu juga dilakukan di pasar tradisional maupun pasar modern,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Siapkan Pergub Penerapan Pajak Alat Berat

Laboratorium BPPMHKP Tarakan sendiri, dikatakan Piyan telah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) serta memiliki ruang lingkup pengujian mikrobiologi dan sensori atau organoleptik. Parameter mikrobiologi yang dapat diuji meliputi Angka Lempeng Total (ALT) dan Escherichia coli. Sementara pengujian logam berat, residu antibiotik, formalin, maupun parameter lainnya dilakukan melalui laboratorium mitra yang telah memiliki perjanjian kerja sama.

“Logam berat memang belum masuk ruang lingkup laboratorium kami. Namun, itu tetap menjadi target pengujian. Ketika ada kebutuhan, pengujiannya dilakukan bekerja sama dengan laboratorium yang memiliki kompetensi untuk parameter tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Wamen P2MI Sebut Kaltara Jadi Hub Strategis Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang 2025 pihaknya menguji 141 sampel hasil kelautan dan perikanan. Hingga Juni 2026, jumlah sampel yang telah diuji mencapai 76 sampel. Sebagian besar sampel berasal dari Unit Pengolahan Ikan (UPI), selain pengambilan contoh di pasar tradisional melalui kegiatan monitoring dan surveilen.

“Kalau melihat dari data yang kita dapat, belum ada sampel yang teridentifikasi atau terdeteksi berada di atas ambang batas terkait logam berat,” tegasnya.

Sebelumnya, BPPMHKP pernah menemukan komoditas perikanan yang tidak memenuhi mutu keamanan pangan. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti melalui pengujian ulang dan investigasi.

Baca Juga :  Gubernur Pastikan Masukan DPRD Kaltara Ditindaklanjuti

“Kita lakukan investigasi. Bisa jadi unit pengolahannya sudah bagus, sanitasi hygiene-nya terjaga, SDM-nya baik, tetapi penanganan bahan bakunya di hulunya yang kurang baik,” terang Piyan.

Selain memastikan keamanan pangan, hasil pengujian laboratorium juga dimanfaatkan sebagai pendeteksi dini terhadap kemungkinan adanya cemaran bakteri patogen, residu antibiotik, maupun logam berat pada hasil perikanan. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah perbaikan apabila ditemukan produk yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.

Reporter/Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *