Raihan IPSEA 2026 Jadi Bukti Komitmen Gubernur Dorong Percepatan Pembangunan di Perbatasan Kaltara

benuanta.co.id, BULUNGAN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menyatakan pembangunan kawasan perbatasan tetap menjadi prioritas meski kapasitas fiskal daerah masih sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPERIDA) Kalimantan Utara (Kaltara) Bertius, mengatakan Gubernur Zainal Arifin Paliwang terus mendorong koordinasi lintas pemerintahan melalui rapat koordinasi maupun kunjungan lapangan bersama pemerintah pusat ke wilayah Krayan dan Apau Kayan.

“Komitmen inilah yang mendapat apresiasi Indonesia Public Service Excellence Award (IPSEA) 2026,” kata Bertius, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga :  Soroti Perusahaan Nakal di Kaltara, BPJS Ketenagakerjaan Beberkan Tiga Modus Praktik Perusahaan Daftar Sebagian

Menurut dia, arah pembangunan kawasan perbatasan telah dimuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltara 2025–2029 dan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Penyelarasan itu diharapkan memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap berbagai program pembangunan di wilayah perbatasan.

Namun, Bertius mengakui ruang fiskal pemerintah daerah masih terbatas. Sekitar 80 persen pendapatan daerah kata dia, masih bergantung pada Transfer ke Daerah (TKD). Kondisi tersebut membuat percepatan pembangunan membutuhkan kolaborasi pembiayaan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten.

Baca Juga :  Marak Warga NTT Masuk Malaysia Jalur Unprosedural via Kaltara, Wagub Johni Asadoma Upayakan Buka Lapangan Kerja

Selain mengandalkan alokasi anggaran yang ada, Pemerintah Provinsi Kaltara juga terus mengajukan berbagai proposal dan membuka akses pendanaan dari kementerian dan lembaga terkait untuk mendukung pembangunan kawasan perbatasan.

“Perbatasan yang kita hadapi adalah persoalan aksesibilitas dan pelayanan dasar. Kebutuhan pokok masyarakat menjadi prioritas yang terus didorong oleh Pak Gubernur untuk dilaksanakan,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Pasien RSUD dr H JSK Naik 20 Persen, Gangguan Kesehatan Akibat Asap Karhutla Tak Signifikan

Reporter : Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *