benuanta.co.id, TARAKAN – Kontingen Kalimantan Utara (Kaltara) menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV dengan memboyong tiga medali emas dan empat medali perak. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kaltara untuk memperkuat pembinaan sekaligus mempersiapkan regenerasi peserta menuju Pesparawi Nasional 2029 di Palu.
Ketua Umum LPPD Kalimantan Utara (Kaltara), Norhayati Andris, mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraih seluruh kontingen. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari doa, kerja keras, kedisiplinan, dan komitmen seluruh peserta yang membawa nama Kaltara di tingkat nasional.
“Puji Tuhan, kita bersyukur atas capaian Kontingen Kalimantan Utara. Kita berhasil meraih tiga medali emas dan empat medali perak. Semua itu merupakan hasil dari doa, kerja keras, dan disiplin seluruh kontingen yang mewakili Kalimantan Utara,” ujarnya, Senin (29/6/2026).
Tiga medali emas yang diraih Kaltara berasal dari kategori Paduan Suara Anak, Musik Pop Gerejawi, dan Solo Remaja Pria. Sementara empat medali perak diperoleh dari kategori Vocal Group, Solo Remaja Putri, Solo Anak Usia 11–15 Tahun, serta Solo Anak Usia 7–10 Tahun.
Meski berhasil mencatatkan prestasi, Norhayati menegaskan pencapaian tersebut tidak membuat LPPD berpuas diri. Pembinaan akan terus dilakukan dengan menjaring lebih banyak talenta muda dari seluruh wilayah Kalimantan Utara.
Ia menilai masih banyak anak-anak yang memiliki kemampuan bernyanyi, namun belum berani menunjukkan potensinya. Karena itu, gereja-gereja di setiap daerah diharapkan mengambil peran lebih aktif dalam menemukan dan membina bibit-bibit baru.
“Kami berharap gereja-gereja dapat mencari anak-anak yang memiliki bakat di jemaat masing-masing untuk dipersiapkan mengikuti seleksi Pesparawi, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten atau kota, provinsi, hingga nantinya mewakili Kalimantan Utara pada Pesparawi Nasional tahun 2029 di Palu,” ungkapnya.
Norhayati juga mengajak para orang tua untuk memberikan dukungan penuh kepada anak-anak yang memiliki talenta di bidang tarik suara. Menurutnya, motivasi dari keluarga menjadi salah satu faktor penting agar anak terus berlatih dan mengembangkan kemampuan mereka.
Selain pembinaan dari lingkungan gereja dan keluarga, ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah agar proses pengembangan sumber daya manusia di bidang seni paduan suara gerejawi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Menurutnya, perhatian dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota diperlukan untuk memperkuat peran LPPD dalam melakukan pembinaan, sehingga prestasi Kalimantan Utara dapat terus meningkat pada ajang-ajang Pesparawi berikutnya.
“Kami berharap kerja sama yang baik antara pemerintah dan seluruh pihak dapat terus ditingkatkan sehingga prestasi anak-anak Kalimantan Utara, khususnya di lingkungan gereja, semakin baik pada masa mendatang,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Norhayati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kaltara, Pemerintah Kabupaten Nunukan, Pemerintah Kabupaten Bulungan, Pemerintah Kabupaten Malinau, serta Pemerintah Kota Tarakan yang telah memberikan dukungan dan mengirimkan perwakilan dalam kontingen Kaltara.
Kendati demikian, ia menyayangkan belum adanya partisipasi dari Kabupaten Tana Tidung pada ajang tersebut. Ia berharap pada pelaksanaan Pesparawi Nasional 2029 seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Utara dapat mengirimkan wakilnya sehingga pembinaan talenta gerejawi dapat dilakukan secara merata di seluruh daerah.
“Harapan kita semua kabupaten ke depan bisa mengirimkan wakil-wakil untuk tahun 2029 nanti,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







