Gelombang Panas di Eropa Tewaskan Lebih dari 1.300 Orang

Jenewa – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Ahad (28/6) mengatakan lebih dari 1.300 orang meninggal akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa sejak 21 Juni.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam unggahannya di platform X menyebutkan bahwa lebih dari 1.300 kematian tambahan akibat cuaca panas ekstrem tercatat sejak 21 Juni.

Baca Juga :  Venezuela Tetapkan Darurat Nasional seusai Diguncang Gempa Besar

Sekjen WHO mengatakan sekitar satu juta orang saat ini terpapar suhu ekstrem. Situasi tersebut juga telah menyebabkan ratusan kematian, penutupan sekolah, dan jaringan listrik sangat tertekan.

Sejumlah negara Eropa mencatat suhu rekor, termasuk Denmark (37°C untuk pertama kalinya sejak 1874), Republik Ceko (di atas 40°C untuk pertama kalinya, yakni 40,6°C), dan Jerman (suhu rekor tertinggi 41,5°C, dengan suhu malam hari mencapai 39,5°C).

Baca Juga :  AS Kembali Serang Iran

Saat gelombang panas bergerak menuju Eropa timur laut, pemerintah Prancis, Swiss, Jerman, Austria, dan Hongaria mengumumkan status kewaspadaan tertinggi akibat cuaca panas.

WHO mencatat bahwa panas ekstrem dapat menyebabkan kematian akibat tenggelam, serangan panas, serangan jantung, serta komplikasi lainnya.

Sumber: WAFA / Antara

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *