Korban Meninggal Gempa Kumamoto jadi 30 Orang

Tokyo – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang melanda Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya, telah mencapai 30 orang, termasuk mereka yang diduga menjadi korban bencana tersebut, kata Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Kamis.

Sementara itu, data dari pemerintah Prefektur Kumamoto mencatat jumlah korban tewas yang telah dikonfirmasi sebanyak 18 orang, termasuk delapan orang di pabrik Nippon Paper Industries Co. di Yatsushiro dan enam orang di pusat perbelanjaan Aeon di Kashima, yang dilanda ledakan setelah gempa bermagnitudo 7,1 pada Selasa (28/7).

Termasuk dalam data prefektur tersebut adalah tiga korban tewas yang dikonfirmasi di Yatsushiro dan satu di kota Kosa.

Baca Juga :  NYT: Tentara AS yang Terluka Dalam Konflik Iran Bertambah, jadi 624

Satu orang yang dilaporkan hilang di pabrik kertas, di mana beberapa cerobong asap mengalami kerusakan parah, telah ditemukan tetapi kondisinya belum diketahui, menurut sumber.

Sementara itu, secara terpisah, Pemerintah Kota Uki menyampaikan ke Kyodo News bahwa mereka mengetahui ada dua korban tewas di kota tersebut, tetapi belum melaporkan ke pemerintah prefektur.

Kantor Berita Vietnam melaporkan seorang peserta pelatihan asal Vietnam tewas setelah tertimpa mesin alat berat (crane) di sebuah pabrik di Kosa.

Saat ini, terdapat perbedaan angka korban yang dirilis pemerintah pusat dan pemerintah lokal di Prefektur Kumamoto.

Baca Juga :  NYT: Tentara AS yang Terluka Dalam Konflik Iran Bertambah, jadi 624

Sekretaris Kabinet Minoru Kihara, dalam konferensi pers di Tokyo, menjelaskan perbedaan data itu terjadi karena pemerintah pusat mengandalkan data dari kepolisian dan dinas pemadam kebakaran, sementara pemerintah prefektur menghitung angka berdasarkan laporan dari pemerintah kota.

Hingga Kamis pagi, lebih dari 10.000 orang mengungsi di pusat-pusat evakuasi. Sekitar 23.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik dan sekitar 75.000 rumah tangga kehabisan air, menurut pemerintah prefektur. Hal itu memicu kekhawatiran terhadap kesejahteraan warga.

Operator kereta JR Kyushu menyatakan layanan kereta peluru antara Stasiun Kumamoto dan Stasiun Kagoshima-chuo di Jalur Kyushu Shinkansen belum dapat dilanjutkan karena masih dilakukan pemeriksaan terhadap kerusakan yang terjadi akibat gempa.

Baca Juga :  NYT: Tentara AS yang Terluka Dalam Konflik Iran Bertambah, jadi 624

Operator itu juga batal mengoperasikan kembali rute antara Stasiun Chikugo-Funagoya di Prefektur Fukuoka dan Stasiun Kumamoto pada Kamis, serta membatalkan seluruh perjalanan kereta pada hari itu.

Gempa pada Selasa (28/7) tercatat mencapai tingkat maksimum 7 pada skala intensitas gempa Jepang di Uki dan Hikawa pada pukul 16.27 waktu setempat (14.27 WIB).

Menurut Badan Meteorologi Jepang, pada gempa di tingkat tersebut, orang tidak dapat berdiri tegak atau bergerak tanpa merangkak dan berpotensi terlempar ke udara.

Sumber: Kyodo/Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *