benuanta.co.id, TARAKAN – Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, meresmikan Gedung Asrama Haji Transit Tower 2 di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), sebagai bagian dari penguatan layanan jemaah haji di daerah, Selasa (5/5/2026).
Dahnil menegaskan, peresmian tidak serta-merta menghapus kewajiban penyelesaian berbagai temuan dalam pembangunan maupun pengelolaan fasilitas tersebut.
“Hari ini saya resmikan, tapi bukan berarti persoalan yang ada selesai. Kalau ada temuan, harus segera diselesaikan, bahkan jika perlu melalui jalur hukum,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh aset perhajian dalam kondisi clean and clear, terutama dalam proses transisi dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah.
Menurutnya, pembangunan asrama haji menggunakan anggaran besar sehingga harus dipastikan kualitas dan akuntabilitasnya terjaga.
“Asrama haji ini dibangun dengan nilai besar, maka harus dipastikan tidak ada masalah, baik dari sisi spesifikasi maupun administrasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Kalimantan Utara, H. M. Saleh, menjelaskan bahwa pembangunan Tower 2 dimulai sejak Januari hingga Desember 2024 dengan total anggaran mencapai Rp53 miliar.
“Asrama Tower 2 ini memiliki 77 kamar dengan kapasitas 308 orang,” sebutnya.
Kendati demikian, ia mengakui kapasitas tersebut masih belum mencukupi kebutuhan jemaah haji Kalimantan Utara yang saat ini berjumlah 489 orang.
“Artinya masih ada kekurangan kapasitas. Mudah-mudahan ke depan kami bisa memohon tambahan pembangunan asrama,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, pada tahun ini pihaknya berencana mendapatkan tambahan proyek melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), berupa pembangunan aula asrama haji dengan kapasitas 1.000 orang senilai sekitar Rp40 miliar.
“Menurut data Bappenas, Kaltara mendapatkan dua proyek, yakni aula asrama haji dan satu proyek di Kabupaten Malinau,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







