benuanta.co.id, BULUNGAN — Perum Bulog Cabang Tanjung Selor berencana membangun gudang penyimpanan beras di wilayah Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), pada tahun ini.
Gudang tersebut ditargetkan memiliki kapasitas sekitar 1.000 ton dan mulai dibangun dalam waktu dekat.
Hal itu dikatakan Kepala Perum Bulog Tanjung Selor, Oktavianur. Pembangunan gudang itu bertujuan memperkuat distribusi dan cadangan pangan pemerintah, khususnya di wilayah pedalaman.
“Kalau tidak ada kendala, tahun ini pembangunannya berjalan dan ditargetkan paling lambat Desember sudah berdiri,” ujar Oktavianur, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, lahan untuk pembangunan gudang tersebut telah disiapkan oleh pemerintah daerah di Malinau dengan luas sekitar 1,7 hektare. Namun, terkait nilai anggaran pembangunan masih dalam proses pembahasan.
Menurut Oktavianur, selama ini distribusi beras ke wilayah Malinau masih mengandalkan pengiriman dari gudang Bulog di Tanjung Selor. Jarak yang cukup jauh membuat biaya logistik tinggi dan berpotensi memengaruhi harga beras di tingkat masyarakat.
“Distribusi dari sini ke Malinau membutuhkan waktu dan ongkos angkut yang tidak sedikit. Ini yang ingin kita tekan agar harga beras tetap stabil,” katanya.
Selain untuk efisiensi distribusi, pembangunan gudang tersebut juga menjadi langkah antisipasi dalam menghadapi kondisi darurat, seperti bencana alam. Dengan adanya gudang di Malinau, penyaluran bantuan pangan dapat dilakukan lebih cepat.
“Kalau terjadi bencana di wilayah pedalaman, penanganannya bisa lebih sigap karena stok sudah tersedia lebih dekat dengan lokasi,” ujarnya.
Gudang tersebut nantinya akan melayani kebutuhan wilayah Malinau dan sekitarnya, termasuk daerah perbatasan dan kawasan pegunungan yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
Oktavianur menambahkan, secara nasional stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog saat ini mencapai sekitar 5 juta ton. Sementara itu, untuk wilayah Bulungan dan sekitarnya, stok yang tersedia di gudang Bulog mencapai sekitar 2.200 ton.
Ia memastikan Bulog siap menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan di Kalimantan Utara. “Kami berkomitmen memastikan cadangan beras pemerintah tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







