benuanta.co.id, TARAKAN – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), mengapresiasi langkah terobosan instansi terkait yang kini membuka jalur ekspor langsung (direct call) dari Tarakan menuju Hong Kong.
Langkah ini dinilai sebagai solusi nyata dalam meningkatkan daya kesejahteraan dan ekonomi masyarakat di Kalimantan Utara (Kaltara).
Anggota Komisi IV DPR RI, Hasan Saleh, mengungkapkan keprihatinannya terhadap rantai logistik yang selama ini sangat panjang. Menurutnya, selama ini barang ekspor dari Kaltara harus dikirim terlebih dahulu ke Makassar, kemudian ke Surabaya, hingga memakan waktu berminggu-minggu sebelum tiba di Hong Kong.
“Sekarang, mereka membuka peluang itu langsung dari Tarakan ke Hong Kong. Insyaallah kesempatan nanti di bulan 6 (Juni), saya akan mengundang pelaku-pelaku petambak dan pelaku usaha apa segala macam se-Kaltara untuk mendengarkan paparan. Biar petani dan petambak kita mengerti bahwa sudah ada terobosan yang dilaksanakan pemerintah bekerja sama dengan instansi,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Dirinya menekankan, sektor perikanan merupakan komoditas ekspor tertinggi di Kaltara, terutama untuk komoditas kepiting. Ia menyayangkan jika jalur perdagangan harus berbelok-belok melalui daerah lain.
Sebagai wakil rakyat, ia menegaskan akan mendukung penuh inisiatif ini dari segala lini sesuai dengan fungsi legislatif yang melekat pada dirinya.
“Saya akan mendukung baik dari segi dana (anggaran), segi payung hukum, segi regulasi yang ada, hingga segi pengawasan. Sesuai fungsi kami di legislatif, akan saya curahkan sepenuhnya untuk mendukung kegiatan ini,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasan Saleh juga memberikan pesan langsung kepada para petambak agar menjaga kualitas hasil laut mereka. Ia mengimbau agar kepiting yang masih berukuran kecil tetap dijaga kelestariannya agar siklus produksi tetap bagus dan lancar.
Terkait usulan mengenai kawasan konservasi guna menjaga keberlanjutan populasi kepiting, Hasan Saleh memandang hal tersebut sebagai ranah pemerintah eksekutif untuk bertindak responsif.
“Pemerintah-lah yang harus tanggap tentang kawasan konservasi tadi. Kita (DPR RI) tinggal mendorong dengan anggaran, regulasi, dan sebagainya,” tambahnya.
Optimisme Hasan Saleh semakin menguat setelah berdiskusi langsung dengan Kepala Badan Karantina Indonesia yang baru, Bambang. Ia menyebut pasar ekspor Kaltara tidak boleh hanya terpaku pada satu negara seperti China saja.
“Tadi saya ngobrol dengan Kepala Karantina yang baru. Dia bisa membuka (peluang) ke Eropa, dia bisa buka ke Arab, dia bisa buka ke Amerika. Salut saya dengan mereka,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







