Atasi Over Kapasitas di Lapas Nunukan, Gubernur Zainal Bersurat ke Dirjen Kemenkumham

benuanta.co.id, NUNUKAN – Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nunukan dinyatakan telah over kapasitas Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Hal ini mendapat atensi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara).

Bahkan, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. (HC) Zainal Arifin Paliwang, M.Hum., sudah bersurat ke Direktorat Jendral Kementrian Hukum dan HAM RI untuk mengatasi persoalan ini.

Zainal mengatakan, Pemprov Kaltara sudah beberapa kali berkomunikasi dan bersurat ke Dirjen terkait kondisi Lapas Nunukan yang sudah over kapasitas.

Baca Juga :  Kasus Kekerasan Seksual di Kaltara Ancaman Serius, SSK LPSK RI Dorong Penguatan Perlindungan Korban

“Kita sudah bersurat, sebab bisa kita bayangan kondisi Lapas Nunukan yang seperti ini dan harus ditempati oleh 1.315 Warga Binaan Permasyarakatan (WBP),” ungkapnya.

Apa lagi, WBP yang berada di Lapas Nunukan tidak hanya dari Nunukan saja, namun banyak juga Narapidana titipan dari Kota Tarakan dan Tanjung Selor.

“Semoga ada penambahan Lapas baru untuk di Tanjung Selor, mudah-mudahan kalau bukan tahun ini tahun depan bisa segera dibangun bersama dengan Kantor wilayah Kemenkumham Kaltimtara,” ucapnya.

Baca Juga :  Ingkong Ala Pimpin DAD Kaltara, Tekankan Persatuan Masyarakat Adat

Sementara itu, Kepala Lapas Nunukan, Puang Dirham menerangkan, untuk saat ini jumlah WBP yang ada di lapas Nunukan yakni 1.315 orang. Sementara kapasitas seharusnya Lapas Nunukan hanya untuk 352 orang saja.

“Ini sudah sangat over kapasitas sekali, kita juga berharap ada penambahan blok hunian,” ucapnya.

Puang mengatakan, pihaknya juga telah mengajukan permohonan proposal ke Pemerintah Provinsi Kaltara untuk dilakukan renovasi masjid Lapas Nunukan.

Baca Juga :  Rumah Singgah Bunda Rahmawati Diresmikan, Diharapkan Jadi Tempat Istirahat bagi Keluarga Pasien

“Kita juga sependapat dengan pak Gubernur untuk dibangun lagi Lapas di Kaltara. Kalau untuk kita sendiri di Lapas Nunukan sudah mengajukan proposal ke Pak Gubernur untuk dilakukan renovasi masjid,” ungkap Puang. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *