Nah loh! Aksi Tangan Panjang Pria di Nunukan Ini Terekam CCTV 

Hukrim737 views

benuanta.co.id, NUNUKAN – Aksi pencurian di sebuah konter handphone terekam Closed Circuit Television (CCTV), sekitar pukul 15.26 Wita. Tepatnya di konter Mamase Cell 02, yang berlokasi di Jalan TVRI, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan, Kamis (2/6/2022).

Dalam rekaman video yang berdurasi 17 detik itu memperlihatkan seorang pria mengenakan baju warna putih, celana panjang serta menggunakan tas selempang terlihat mencurigakan.

Pria berperawakan gempal ini terlihat seakan-akan memantau kondisi di sekitar sebelum memutuskan masuk ke konter dan mengambil 1 unit speaker bluetooth yang terpanjang di atas etalase.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Jaringan Penyelundupan Etomidate ke Kaltara

Karyawan konter, wahyu membenarkan aksi pencurian tersebut dan telah dilaporkan ke pihak yang berwajib.

“Kami sebarkan ke media sosial, dengan begitu jika ada orang yang mengenal bisa menginformasikan kepada kami,” kata wahyu, kepada benuanta.co.id, Sabtu (4/6/2022).

Wahyu sendiri merasa asing atau tak kenal dengan pelaku pencurian itu.

“Orangnya ini pasti tidak melihat bahwa dia terekam CCTV, jika dia tau pasti niat jahatnya tidak dia lakukan,” jelasnya.

Baca Juga :  Jangan Asal Beli, Waspadai yang Jual HP Murah Tanpa Kelengkapan

Pada saat kejadian, Wahyu tengah tertidur dan tak sadar kedatangan pria misterius tersebut melakukan aksi pencurian.

Biasanya, lanjut Wahyu, jika ada pelanggan yang datang pasti terdengar langkah kakinya, sekalipun ia tertidur.

“Kalau ada yang masuk sendal atau sepatu berbunyi, ” ujarnya.

Sementara itu Kasi Humas Polres Nunukan, Iptu Supriadi mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan aduan. Meski demikian, pihaknya akan melakukan pencarian terhadap orang tersebut.

Baca Juga :  Selundupkan Narkotika Jenis Etomidate ke Kaltara, Dua Selebgram Asal Tarakan Diamankan Polisi di Pelabuhan SDF

“Jangan mudah percaya terhadap siapapun, karena kita tidak tahu apakah ada niat baik dan jahat, karena pelaku kejahatan itu bisa saja terjadi karena adanya niat dan kesempatan. Jika bisa diputus mata rantai itu maka tidak ada terjadi gangguan keamanan, ” tandasnya. (*)

Reporter : Darmawan

Editor : Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *