Air Baku Embung Bolong Menyusut, Penyaluran Air Bersih Dilakukan Bergilir 

benuanta.co.id, NUNUKAN – Krisis air bersih sudah hampir sepekan melanda beberapa wilayah di Nunukan yang terdampak akibat debit air baku di Embung Bolong, dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Taka Nunukan dalam status warning atau kekeringan.

Direktur Perumda Tirta Taka Nunukan, Masdi menyampaikan, untuk Embung Bolong melayani dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) yakni IPA Persemaian dan IPA Pasir Putih, yang mana untuk jumlah sambungan rumah yang terdampak sekitar 8.935 pelanggan.

“Data per hari ini hanya ada 30 liter per detik, sedangkan untuk normalnya itu penyaluran kita sebanyak 120 liter per detik,” ungkap Masdi kepada benuanta.co.id, Selasa (20/12/2022).

Baca Juga :  Kemenag dan DPRD Nunukan Cari Solusi Turunnya Pendaftar Madrasah dan Ponpes

Masdi mengutarakan, untuk kondisi normalnya Embung Bolong dapat menampung air baku sebanyak 300 ribu kubik, dan mamapu melakukan pelayanan sebanyak 120 liter per detik.

Namun, jika memasuki musim kemarau, maka debit air baku akan alami penurunan setiap harinya.

Meski air baku mengalami kekeringan, pihaknya tetap melakukan penyaluran, hanya saja dilakukan secara bergiliran mengingat persediaan air yang sangat menipis akibat musim kemarau yang melanda Nunukan.

Baca Juga :  Inflasi Kabupaten Nunukan Juni 2026 Capai 2,08 Persen, Kelompok Makanan Jadi Penyumbang Terbesar

Bahkan mengantisipasi krisis air bersih tersebut, Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid menginstruksikan Perumda Tirta Taka, BPBD Nunukan dan Pemadam Kebakaran untuk melaksanakan pembagian air gratis kepada warga terdampak.

“Sudah lima terakhir ada 5 armada yang dikerahkan untuk menyalurkan pembagian air bersih ke masyarakat secara bertahap di wilayah yang terdampak. Jadi air yang kita bagikan tersebut air dari Embung Sei Bilal, saat ini sasaran kita di Kelurahan Nunukan Selatan,” katanya.

Dijelaskannya, selama ini untuk pasokan air di sejumlah embung di Nunukan, bergantung pada curah hujan, sehingga saat musim kemarau tiba maka embung akan alami kekeringan terutama Embung Bolong.

Baca Juga :  WNA Asal Malaysia Ketahuan Masuki Wilayah Indonesia lewat Jalur Ilegal

Sehingga, Masdi berharap hujan segera turun agar volume air di Embung Sei Bolong kembali terisi dan penyaluran air ke masyarakat bisa kembali secara normal.

“Perkiraan BMKG malam ini akan turun hujan, Kalau ketinggian air di Embung Bolong naik satu meter saja itu maka kami akan salurkan air masyarakat dengan normal,” harapnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *