Bumdes Desa Atap Nunukan Diharapkan Bisa Stabilkan Harga Sarang Burung Walet

benuanta.co.id, NUNUKAN – Usaha sarang burung walet sangat menggiurkan karena harga jual sarang burung menjanjikan untuk meraup cuan. Harga sarang burung ini bisa di atas Rp 10 juta per kilogramnya. Peluang usaha ini pun banyak diambil warga di Kaltara bagi yang memiliki modal cukup.

Seperti di Kabupaten Nunukan, khusus di wilayah Kecamatan Sembakung, diperkirakan mencapai 1.000 sarang burung walet yang telah berdiri dan beroperasi.

Baca Juga :  Banjir dan Longsor Melanda Tanjung Harapan Nunukan, Warga Diimbau Tetap Waspada

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Atap, Kecamatan Sembakung Safarudin mengatakan, melihat potensi sarang burung walet yang sangat menjanjikan di Sembakung khusus di Desa Atap telah berkembang pesat, sehingga pemerintah daerah melalui Badan usaha milik desa (Bumdes) tengah membuat peraturan terkait jual beli hasil panen sarang burung walet.

“Kami mengharapkan pembeli sarang burung walet yang betul (ada standar harga), sehingga permainan harga di petaninya tidak terjadi,” kata Safarudin kepada benuanta.co.id, Selasa (16/11/2021).

Baca Juga :  Gudang Kardus dan Plastik di Nunukan Ludes Terbakar, Asap Hitam Pekat Sempat Gegerkan Warga

Tak ayal, diakuinya harga bisa naik dan turun bila datang pembeli dari luar daerah. ke depannya pihak desa akan mengalihkan bisnis penjualan sarang burung walte ini Bumdes agar desa dapat manfaat dan petaninya juga dapat, yang nantinya akan diatur di peraturan desa (Perdes).

Pihak desa Atap tengah membahas terkait rancangan perdes. “Harganya tidak menentu adanya pemasok dari luar membeli 1 kg Rp 11 juta dalam bentuk mangkok, kadang naik kadang turun harga belinya. Melihat hal itu diharapkan peran Bumdes yang nantinya akan memasarkan atau mencari betul-betul pemasok dari luar yang tidak memainkan harga sehingga petani yang merawat sarang burung walet lebih bagus lagi,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Dorong Daya Saing Daerah, DPRD Nunukan Kebut Pembahasan Raperda Pengembangan Ekonomi

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *