benuanta.co.id, BULUNGAN – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara, rata-rata pengeluaran masyarakat di Kalimantan Utara (Kaltara) mencapai Rp1,72 juta per orang setiap bulannya.
Dari angka ini, pengeluaran masyarakat ternyata lebih banyak digunakan untuk kebutuhan bukan makanan. Pengeluaran bukan makanan mencapai 51,41 persen sedangkan untuk makanan sebesar 48,59 persen.
Pengeluaran bukan makanan paling besar digunakan untuk perumahan dan fasilitas rumah tangga yang mencapai 56,06 persen. Pengeluaran ini seperti sewa rumah, bahan bakar kendaraan, pulsa dan internet.
Kemudian ada juga pengeluaran aneka barang dan jasa sebesar 22,62 persen. Seperti kebutuhan mandi, perawatan tubuh, biaya berobat, sekolah dan transportasi.
Kepala BPS Kaltara, Mustaqim mengatakan, besarnya pengeluaran bukan makanan menunjukkan kebutuhan masyarakat tidak hanya untuk kebutuhan pangan saja.
“Kalau kita lihat dari pengeluaran masyarakat, memang pengeluaran bukan makanan sedikit lebih besar dibandingkan makanan. Yang paling besar itu perumahan dan fasilitas rumah tangga,” ujarnya Kepada Benuanta Ahad (9/8/2026).
Pola pengeluaran masyarakat juga berbeda antara perkotaan dan pedesaan. Di perkotaan, pengeluaran bukan makanan mencapai 53,62 persen. Sedangkan makanan sebesar 46,38 persen.
Rata-rata masyarakat perkotaan mengeluarkan Rp965.830 untuk kebutuhan bukan makanan dan Rp835.547 untuk makanan setiap bulan.
Sementara di pedesaan justru berbeda. Pengeluaran makanan lebih besar yaitu 52,83 persen, sedangkan bukan makanan sebesar 47,17 persen. Untuk makanan rata-rata Rp844.660 dan bukan makanan Rp754.098 per orang setiap bulan.
Mustaqim menyebutkan perbedaan ini bisa terjadi karena akses masyarakat terhadap barang dan jasa di perkotaan lebih banyak dibandingkan di pedesaan.
“Kalau di perkotaan akses barang dan jasa lebih banyak, sehingga pengeluaran bukan makanan juga lebih besar. Kalau di pedesaan pengeluaran makanan masih lebih tinggi,” katanya.
Kalau dilihat berdasarkan kabupaten dan kota, Bulungan menjadi daerah dengan rata-rata pengeluaran paling tinggi di Kaltara.
Rata-rata pengeluaran masyarakat Bulungan mencapai Rp2.018.058 per orang setiap bulan.
Sedangkan Kabupaten Nunukan menjadi daerah dengan pengeluaran paling rendah dari data yang tersedia, yaitu Rp1.490.321 per orang setiap bulan.
Bulungan menjadi daerah dengan pengeluaran tinggi salah satunya karena aktivitas ekonomi dan pembangunan yang cukup besar. Salah satunya adanya pembangunan kawasan industri di Tanah Kuning-Mangkupadi.
Aktivitas pembangunan itu bisa ikut mendorong kebutuhan masyarakat seperti tempat tinggal, transportasi, perdagangan dan jasa.
Namun, tingginya pengeluaran tidak selalu berarti masyarakat semakin sejahtera. Sebab, pengeluaran masyarakat juga bisa meningkat karena adanya kenaikan harga barang dan jasa.
“Jadi kalau pengeluaran naik belum tentu kesejahteraannya naik. Bisa saja karena harga barang naik, sehingga masyarakat mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli barang yang sama,” jelasnya.
Menurutnya, untuk melihat kesejahteraan masyarakat tidak cukup hanya melihat angka pengeluaran. Tetapi juga harus melihat pendapatan, inflasi dan daya beli masyarakat.
“Kalau pengeluaran naik dan inflasinya terkendali, itu bisa menunjukkan daya beli meningkat. Tapi kalau inflasi naik lebih cepat, daya beli masyarakat bisa turun,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







