Pertumbuhan Ekonomi di Nunukan 4,11 Persen pada Triwulan I, Jadi Penyumbang Perekonomian Terbesar Kaltara

benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mencatat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nunukan pada triwulan I tahun 2026 sebesar 4,11 persen secara tahunan (year-on-year). Capaian tersebut menjadikan Nunukan sebagai daerah dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Kalimantan Utara, yakni mencapai 26,88 persen.

Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar, mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah pada awal tahun ini masih menunjukkan tren positif meskipun menghadapi berbagai tantangan global maupun nasional.

“Pada triwulan I 2026, ekonomi Kabupaten Nunukan tumbuh 4,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kontribusi Nunukan terhadap perekonomian Kalimantan Utara juga masih yang terbesar, yakni sebesar 26,88 persen,” ujarnya.

Baca Juga :  Wakil Ketua I DPRD Nunukan Serap Aspirasi Warga Yamaker untuk Program Pembangunan

Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Nunukan ditopang oleh sejumlah lapangan usaha utama. Sektor industri pengolahan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 18,87 persen, disusul sektor konstruksi sebesar 18,31 persen. Selain itu, sektor perdagangan dan reparasi tumbuh 13,30 persen, sementara kelompok usaha lainnya tumbuh 13,90 persen.

Di sisi lain, sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah masih mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,35 persen. Namun sektor pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif sebesar 3,63 persen.

Iskandar menjelaskan, tingginya pertumbuhan pada sektor industri pengolahan dan konstruksi menunjukkan aktivitas ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Nunukan masih berlangsung cukup kuat.

Baca Juga :  Dampak Pelemahan Rupiah, Pengamat: Harga BBM hingga Barang Impor Berpotensi Naik

“Pertumbuhan pada sektor-sektor produktif ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha. Ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah,” katanya.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Nunukan juga didorong oleh konsumsi pemerintah yang meningkat hingga 22,69 persen. Sementara konsumsi rumah tangga tumbuh 8,40 persen dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 2,33 persen.

Menurut Iskandar, besarnya kontribusi Nunukan terhadap ekonomi Kalimantan Utara tidak terlepas dari peran strategis daerah perbatasan tersebut sebagai pusat perdagangan, jasa, dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah utara Kalimantan.

“Kontribusi Nunukan yang mencapai hampir 27 persen menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di daerah ini masih menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara,” jelasnya.

Baca Juga :  Ringgit Menguat, Kunjungan Warga Malaysia ke Nunukan Melonjak Dua Kali Lipat

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nunukan pada triwulan I 2026 berada sedikit di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara yang tercatat sebesar 5,23 persen secara tahunan. Namun demikian, posisi Nunukan tetap menjadi kontributor terbesar terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi.

Iskandar berharap tren pertumbuhan positif tersebut dapat terus dipertahankan melalui penguatan sektor-sektor unggulan daerah, peningkatan investasi, serta dukungan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *