TARAKAN – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA dan SMK di Kota Tarakan secara umum berjalan lancar. Meski sempat mengalami gangguan sistem pada salah satu mata pelajaran di gelombang pertama, pelaksanaan ujian tersebut telah dituntaskan melalui jadwal susulan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara Wilayah Kota Tarakan, Mustari, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan pelaksanaan TKA di Tarakan dibagi menjadi dua gelombang. Pembagian tersebut menyesuaikan jumlah peserta didik serta kesiapan fasilitas laboratorium komputer di masing-masing sekolah.
“Di TKA kita itu kan ada dua gelombang. Ada sekolah-sekolah yang besar, yang banyak muridnya seperti SMA 1 dan SMA 2, itu melaksanakan TKA dua gelombang,” ungkapnya, Rabu (4/11/2026).
Sementara itu, sekolah dengan jumlah peserta lebih sedikit dan fasilitas yang mencukupi dapat melaksanakan ujian dalam satu gelombang. Menurut Mustari, kesiapan sarana dan jumlah peserta menjadi pertimbangan dalam menentukan pembagian jadwal tersebut.
“Ada juga sekolah yang hanya satu gelombang. Tergantung kesiapan lab-nya, kemudian jumlah muridnya,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan gelombang pertama, kendala sempat terjadi pada hari kedua, tepatnya saat peserta mengerjakan mata pelajaran Bahasa Inggris. Gangguan tersebut bukan berasal dari kesiapan sekolah di Tarakan, melainkan masalah pada sistem pelaksanaan yang terjadi secara nasional.
“Hari yang kedua itu, hari Selasa, mata pelajaran Bahasa Inggris sempat error. Ada gangguan, tetapi itu secara nasional,” bebernya.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pendidikan mengeluarkan arahan agar peserta didik yang terdampak mengikuti TKA ulang pada Jumat. Dengan demikian, kendala tersebut tidak membuat peserta kehilangan kesempatan menyelesaikan seluruh rangkaian ujian.
“Dan itu langsung digantikan dengan TKA ulang pada hari Jumat. Jadi sudah selesai,” katanya.
Mustari menyebut pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sekolah, di antaranya SMA Negeri 5, SMA Negeri 1, dan SMA Negeri 2 Tarakan. Dari hasil pemantauan tersebut, tidak ditemukan kendala berarti selain gangguan sistem pada pelaksanaan Bahasa Inggris di gelombang pertama.
“Monitoring sampai kemarin itu Alhamdulillah semuanya lancar,” tuturnya.
Selain gangguan sistem, pihaknya juga mengantisipasi potensi kendala teknis lain yang dapat mengganggu pelaksanaan ujian, terutama jaringan internet dan pasokan listrik. Sebelum TKA berlangsung, Cabang Disdikbud Kaltara Wilayah Tarakan telah berkoordinasi dengan PLN agar tidak terjadi pemadaman listrik di sekitar sekolah selama ujian berlangsung.
“Yang paling pokok itu jaringan lancar, listrik jangan mati. Makanya sebelum pelaksanaan kami sudah menyurat ke PLN,” imbuhnya.
Pemantauan juga mencakup pelaksanaan TKA bagi peserta didik berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB). Mustari menjelaskan pelaksanaan TKA tetap dilakukan, meskipun mekanisme pengerjaan bagi peserta didik berkebutuhan khusus menyesuaikan kondisi masing-masing.
“Namanya SLB itu kan anak-anak berkebutuhan khusus. Tentu cara mereka mengerjakan itu berbeda dengan anak-anak reguler umumnya di SMA-SMA,” lanjutnya.
Ia menambahkan, keikutsertaan peserta didik dalam TKA menjadi perhatian pihaknya karena hasil ujian tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pendidikan di kemudian hari. Salah satunya sebagai salah satu persyaratan dalam jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Kita tahu pemanfaatan sertifikat TKA itu penting untuk siswa ke depannya. Salah satunya yang berkaitan dengan jalur SNBP ke perguruan tinggi, salah satu persyaratannya nanti adalah sertifikat TKA,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







