Polres Bulungan Imbau Tak Gunakan Petasan Tradisional Berlebihan di Bulan Puasa

benuanta.co.id, BULUNGAN – Kepolisian terus mengatensi agar selama bulan puasa Ramadan tidak ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi. Salah satunya kebakaran, di mana beberapa hari lalu di Desa Karang Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara terjadi kebakaran rumah penyebabnya diduga gara-gara leduman atau biasa disebut meriam bambu.

Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar menjelaskan peristiwa kebakaran itu menjadi atensi pihaknya. Terlebih pasca kebakaran rumah kayu itu, memerintahkan Polsek Tanjung Palas Utara tetap melaksanakan pemeriksaan.

“Sekaligus memberikan imbauan agar menghentikan permainan leduman itu. Walaupun sifatnya tradisional, tapikan sudah membahayakan karena sudah melihat dampaknya berupa kebakaran rumah,” ucap AKBP Ronaldo Maradona kepada benuanta.co.id, Kamis 14 April 2022.

Baca Juga :  Viral Sosok Diduga Pocong Hebohkan Tanjung Selor, Polisi Intensifkan Patroli

Dia menilai dari sisi keamanan baik petasan buatan tradisional maupun moderen jika bukan pada tempat yang jauh dari keramaian akan berbahaya. Bahkan bunyi ledakannya juga mengganggu ketika dinyalakan pada waktu orang beristirahat.

“Imbauan saya mari di bulan Ramadan ini mengisi dengan kegiatan yang positif lah. Kan bukan dengan meletuskan leduman mendapatkan pahala, tidak begitu juga malah saat orang mau beristirahat malah mengganggu,” jelasnya.

Baca Juga :  Rencana Pemekaran Kelurahan di Tanjung Selor untuk Dekatkan Pelayanan Masyarakat

Tak hanya pada leduman tradisional, untuk petasan yang dijual pasaran akan terus diawasi. Pasalnya ada beberapa petasan dengan diameter yang besar dengan daya ledakan besar itu tidak bisa dijual.

“Saya kira ada aturan penjualan dan ukurannya saat diameter yang telah melewati ketentuan itulah yang akan kita awasi dan jangan dijual,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Kelulusan Siswa SD-SMP di Bulungan Diumumkan Bertahap

Reporter: Heri Muliadi

Editor : Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *