benuanta.co.id, BULUNGAN – Kondisi Pasar Agropolitan Tanjung Palas saat ini memang cukup memperhatikan. Selain pasar yang kecil, kondisinya juga tidak banyak yang bisa berjualan di pasar tersebut.
Kondisi inipun dikeluhkan para pedagang, salah satunya Taupan yang berjualan ikan basah mengatakan pasar yang dibangun tahun 2012 itu perlu perhatian pemerintah.
“Keluhan kita memang selama ini pasar ini sangat kecil, sehingga kami minta ada pembangunan baru,” ungkap Taupan kepada benuanta.co.id, Sabtu 8 Januari 2022.
Dia menuturkan dengan bangunan yang representatif maka pedagang yang berada di luar lingkungan Pasar Agropolitan bisa terakomodir. Pasalnya selama ini lapak para pedagang tidak tertata dengan baik.
“Kalau pasar sudah terbangun pedagang-pedagang di luar itu bisa masuk. Selama ini juga kami keluhkan pasar sepi, karena adanya penjual banyak dipinggir jalan dan mengganggu transportasi,” ucapnya.
Taupan menyebutkan pedagang yang ada di Pasar Agropolitan jumlahnya hanya kurang lebih 40 orang, dengan berbagai macam jualan mulai dari ikan, ayam, makanan hingga sembako.
“Makanya kami butuh perhatian pemerintah,” bebernya.
Selain Taupan, pedagang lain yakni Anto turut mengeluh bangunan pasar yang ada kurang menarik perhatian orang untuk berbelanja. Dia menginginkan agar ada pengaturan yang seperti Pasar Induk Tanjung Selor yang memiliki UPT sendiri.
“Ini perlu dikelola betul-betul, karena Tanjung Palas merupakan calon ibukota Kabupaten Bulungan. Sehingga perlu pasar yang bagus,” ujar Anto.
Menurut Anto, Pasar Agropolitan tidak terkelola dengan baik, dia mencontohkan beberapa bangunan diadakan sendiri oleh para pedagang di antaranya atap dan saluran air. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor : Yogi Wibawa







