Tanjung Selor Alami Deflasi -030 Persen di Bulan Oktober

benuanta.co.id, BULUNGAN – Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Oktober memperlihatkan naik turunnya harga konsumen. Hal ini menyebabkan beberapa daerah mengalami inflasi dan lainnya terjadi deflasi.

Kepala BPS Kabupaten Bulungan, Maibu Barwis Sugiharto mengatakan, dari 90 kota pantauan IHK nasional pada bulan Oktober 2021, terdapat 68 kota mengalami inflasi dan 22 kota lainnya mengalami deflasi.

“Kabupaten Bulungan di bulan Oktober 2021 terjadi inflasi sebesar -0,30 persen,” ucapnya kepada benuanta.co.id, Jumat (10/11/2021) kemarin.

Maibu menjelaskan, inflasi tertinggi terjadi di Kota Sampit sebesar 2,06 persen sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Banyuwangi dan Sumenep masing-masing sebesar 0,02 persen. Kemudian deflasi tertinggi terjadi di Kota Kendari sebesar -0,70 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Bengkulu sebesar -0,02 persen.

Baca Juga :  Kontingen PWI Bulungan Sabet 22 Medali pada PORWADA II Kaltara 2026

“Jadi di Tanjung Selor mengalami deflasi sebesar -0,30 persen, inflasi tahun kalender sebesar 0,83 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,56 persen,” jelasnya.

Sementara itu, kondisi kota-kota lain yang berada di Kalimantan, inflasi terjadi pada Kota Sampit sebesar 2,06 persen, Kota Tarakan sebesar 0,68 persen, Kota Banjarmasin sebesar 0,39 persen, Kota Tanjung sebesar 0,32 persen, Kota Palangka Raya sebesar 0,21 persen, Kota Balikpapan sebesar 0,05 persen dan Kota Samarinda sebesar 0,03 persen.

Baca Juga :  Dinkes Bulungan Temukan Sejumlah Apotek dan Klinik Belum Penuhi Standar Pelayanan

“Sedangkan deflasi terjadi di Kota Sintang sebesar -0,03 persen, Kota Kotabaru sebesar -0,07 persen, Kota Pontianak sebesar -0,21 persen dan Kota Singkawang sebesar -0,27 persen,” sebutnya.

Dia menambahkan, deflasi di Tanjung Selor dipengaruhi oleh penurunan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -1,18 persen. Disusul kelompok kesehatan sebesar -0,31 persen dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,02 persen.

Baca Juga :  Angin Kencang Robohkan Pasar Dayak di Tanjung Selor, Pedagang Tunda Berjualan

“Sedangkan inflasi di Tanjung Selor dipengaruhi oleh peningkatan indeks pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,38 persen. Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,25 persen,” terangnya.

Inflasi ini juga dipengaruhi oleh kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,24 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,05 persen. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *