Karhutla Bulungan Mulai Bermunculan, BPBD: Belum Separah Tahun 2025

Bulungan8 views

benuanta.co.id, BULUNGAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bulungan dalam beberapa hari terakhir. Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan menyebut kondisi karhutla tahun ini masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bulungan, Widi Kustanto mengatakan, pihaknya tetap melakukan pemantauan dan koordinasi meski jumlah kejadian karhutla tahun ini belum sebanyak tahun sebelumnya.

“Kalau kita lihat dari kejadian sampai sekarang memang belum terlalu besar, tapi kita tetap waspada karena kondisi di lapangan bisa berubah,” kata Widi Rabu (12/8/2026).

Berdasarkan data BPBD Bulungan, pada Agustus 2025 tercatat sebanyak 18 kejadian karhutla di sejumlah wilayah. Sementara pada Agustus 2026, hingga 11 Agustus tercatat 7 kejadian karhutla.

Baca Juga :  Air Surut Pelabuhan Kayan II Dangkal, Speedboat Sulit Bersandar

Menurut Widi, karhutla tahun ini belum menunjukkan kondisi seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, masyarakat tetap diminta tidak menganggap remeh kondisi kebakaran ini.

“Koordinasi terus kami lakukan, termasuk dengan personel di lapangan. Jadi walaupun jumlahnya masih kecil, jangan sampai kemudian berkembang menjadi lebih luas,” ujarnya.

Pada Senin (10/8), empat titik karhutla terdeteksi di Desa Tanjung Agung, Apung, Tanah Kuning dan Selimau.

Kemudian pada Selasa (11/8), dua lokasi kembali mengalami kebakaran. Salah satunya berada di Jalan Bukit Indah Jalur 4, Melintang Selatan, Desa Apung. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare.

Baca Juga :  Dudukan Generator Speedboat Akan Dievaluasi

Kebakaran lainnya terjadi di Jalan Supriadi RT 01, Desa Bumi Rahayu. Lahan merupakan lahan yang ditanami singkong dengan luas sekitar 3,5 hektare.

Widi menyebut, kawasan yang berada di arah timur juga menjadi perhatian karena terdapat wilayah perkebunan dan akses yang memungkinkan terjadinya aktivitas pembukaan lahan.

Namun, terkait penyebab pasti dari kebakaran yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, BPBD belum dapat memastikan. Penanganan yang dilakukan saat ini masih berfokus pada pemadaman dan pendinginan.

“Untuk penyebabnya kami tidak bisa menyimpulkan, karena itu bukan kewenangan kami. Yang kami lakukan di lapangan adalah penanganan sesuai SOP,” jelasnya.

Baca Juga :  Perkiraan Cuaca Cerah hingga Berawan, Suhu di Bulungan Bisa Capai 34 Celcius

Kondisi cuaca panas dan angin kencang juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Menurutnya, kondisi seperti itu dapat membuat api lebih cepat menyebar apabila terjadi kebakaran.

“Cuaca seperti sekarang ini harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai ada sumber api yang kemudian tidak terkontrol,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan sembarangan maupun membuang benda yang masih memiliki api, termasuk puntung rokok.

“Jangan melakukan pembakaran lahan. Kita berharap masyarakat juga ikut menjaga, karena dampaknya bukan hanya ke lingkungan, tapi juga bisa mengganggu kesehatan,” pungkas Widi. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *