benuanta.co.id, BULUNGAN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (10/8/2026).
Dari laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan, ada empat titik kebakaran yang terjadi dalam satu hari. Lokasinya berada di Desa Tanjung Agung, Apung, Tanah Kuning dan Selimau.
Plt. Kepala BPBD Bulungan, Widi Kustanto mengatakan, informasi kebakaran awalnya diterima dari masyarakat. Mendapat laporan, petugas langsung turun untuk melakukan pengecekan dan pemadaman.
“Laporan dari warga yang masuk hari ini ada empat titik. Petugas gabungan juga sudah turun dan masih melakukan penanganan di lokasi,” kata Widi, Senin (10/8/2026).
Widi mengatakan, kejadian karhutla saat ini cukup menjadi perhatian karena kondisi cuaca di Bulungan dalam beberapa hari terakhir cukup panas. Kondisi seperti ini membuat lahan lebih mudah terbakar dan api bisa cepat menjalar.
Ada dua wilayah kecamatan yang disebut cukup rawan terjadi karhutla, yaitu Kecamatan Tanjung Selor dan Tanjung Palas Timur. “Untuk wilayah yang kami anggap rawan itu Tanjung Selor dan Tanjung Palas Timur. Jadi wilayah itu terus kami pantau,” ujarnya.
Widi menyebut lahan yang terbakar umumnya merupakan lahan milik warga. Namun, untuk penyebab kebakaran sendiri sampai sekarang belum diketahui secara pasti.
“Kalau untuk penyebabnya kami belum tahu pasti. Masih dilihat di lapangan, sementara lahannya kebanyakan milik masyarakat,” jelasnya.
Ia juga meminta masyarakat lebih berhati-hati dengan aktivitas yang bisa menimbulkan api. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena api bisa saja menyebar ke lahan lain.
Menurut Widi, kondisi cuaca yang panas membuat potensi kebakaran menjadi lebih besar. Apalagi jika lahan dalam kondisi kering.
“Kami minta masyarakat jangan membakar lahan. Apalagi sekarang cuacanya panas, jadi api bisa cepat membesar dan sulit dikendalikan,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga diminta ikut membantu petugas dengan segera melaporkan jika melihat adanya asap atau titik api di sekitar wilayah mereka.
“Kalau melihat ada api atau asap, segera laporkan. Jangan menunggu sampai apinya besar baru dilaporkan,” ucap Widi.
BPBD Bulungan bersama petugas gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah wilayah yang dianggap rawan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Widi berharap masyarakat juga ikut menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran sembarangan. Sebab, pencegahan karhutla tidak hanya dilakukan oleh petugas, tetapi juga perlu bantuan dari masyarakat.
“Yang paling penting sekarang bagaimana kita sama-sama mencegah supaya tidak muncul kebakaran baru dan yang sudah ada tidak semakin meluas,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







