Realisasi Investasi 2024 di Bulungan Lampaui Target, Capai Rp 13,5 Triliun

benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bulungan mencatat, realisasi investasi pada 2024 mencapai Rp 13,5 triliun. Capaian tersebut melebihi target yang diberikan Pemprov Kaltara.

Bupati Bulungan, Syarwani mengungkapkan, Pemprov Kaltara menargetkan nilai investasi untuk Bulungan pada 2024 sebesar Rp 11 triliun. Berdasarkan laporan DPMPTSP Bulungan, sebutnya, hingga akhir tahun telah terealisasi Rp 13,5 triliun.

Baca Juga :  Kelulusan Siswa SD-SMP di Bulungan Diumumkan Bertahap

“Laporan dari Ibu Kadis (Kepala Dinas PMPTSP), realisasi investasi sudah mencapai Rp 13 triliun,” sebutnya Selasa, (22/4/2025)

Dengan pencapaian ini, kata Syarwani akan ada penambahan target pada 2025 ini. Namun demikian, Pemkab Bulungan akan menyesuaikan kembali dengan kemampuan.

“Tentunya kita sesuaikan dengan kemampuan, apakah dengan adanya penambahan target bisa terealisasi atau tidak,” ungkap Syarwani.

Syarwani optimis, dengan kehadiran MPP, para investor diberikan kemudahan dalam proses pengurusan perizinan. Hal ini diyakini akan mendorong pertumbuhan investasi di daerah.

Baca Juga :  Program Optimasi Lahan Dongkrak Luas Tanam Padi Bulungan hingga 1.025 Hektare

“Kita bayangkan saja, dulu sebelum adanya MPP atau DPMPTSP Bulungan, investor harus datang ke kantor sana, sini untuk mengurus perizinan. Sekarang cukup di satu tempat, selesai. Lebih efisien,” jelas Syarwani.

Menurutnya, ada beberapa kegiatan investor yang berkontribusi terhadap investasi di daerah. Salah satunya, kehadiran Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan.

Baca Juga :  Bidik Medali PORPROV II Kaltara, FERKUSHI dan PERSAMBI Bulungan Mulai Jaring Atlet Unggulan

“Proyek strategis nasional (PSN) KIHI telah memberikan kontribusi sebesar Rp 2 triliun,” tuturnya.

Selain investor berskala besar, beberapa perusahaan kecil dan sedang pun turut memberikan kontribusi terhadap target investasi di daerah. Rerata perusahaan di dalam negeri.

“Contoh, PT KIPI. Itu kan dalam negeri. Tetapi, ada juga beberapa tenant (perusahaan investor) yang berasal dari luar negeri, dari China misalnya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ikke

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *