4 Pantangan Bagi Umat Hindu saat Hari Raya Nyepi

Tarakan371 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Seluruh umat Hindu menyambut Hari Raya Nyepi pada 3 Maret 2022. Perayaan ini berlangsung selama 24 jam penuh untuk menyambut pergantian tahun baru Saka.

Seperti diketahui, dalam perayaan Nyepi umat Hindu memiliki pantangan tersendiri untuk tidak boleh dilakukan. Artinya, mereka tidak diperbolehkan melakukan sejumlah kegiatan dan memanfaatkan situasi yang ada untuk instrospeksi diri.

Terdapat 4 hal yang dilarang untuk dilaksanakan bagi umat Hindu pada slHari Raya Nyepi. Pertama, Amati Geni, yang tidak membolehkan umat Hindu tidak boleh menyalakan api atau lampu.

Baca Juga :  Belum Ada Indikasi Unsur Kesengajaan Kebakaran Hutan dan Lahan di Tarakan

“Bukan tidak bisa menyalakan api, tapi kita mengekang amarah kita,” kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Tarakan , I Nengah Pariana kepada Benuanta, Rabu (2/3/2022).

Kedua, Amati Lelanguan yang artinya tidak boleh bersenang-senang. I Nengah menuturkan bersenang-senang yang dimaksud adalah kita boleh menonton hiburan.

“Kita mengekang indria kita untuk tidak boleh menonton, dan memusatkan pikiran kita ke hal yang baik,” tukasnya.

Ketiga, Amati Karya yang artinya tidak boleh beraktivitas apapun dan harus instrospeksi diri. Beraktivitas yang dimaksud ialah bekerja di luar rumah, hal ini tidak diperbolehkan dilaksanakan umat Hindu pada saat Hari Raya Nyepi.

Baca Juga :  Dua Kecamatan di Tarakan Belum Punya Mobil Patroli, Satpol PP Harap Tambahan Kendaraan

Terakhir, Amati Lelungan yang artinya tidak boleh bepergian fisik.

“Itu kalau di luar, kalau dari dalam tidak boleh mengikuti pemikiran yang liar,” ucapnya.

Tidak hanya keempat pantangan itu, tepat di Hari Raya Nyepi, umat Hindu melakukan puasa selama 24 jam, yang dimulai pukul 06.00 hari ini hingga 06.00 hari esok.

Baca Juga :  Kondisi Lapangan Stadion Datu Adil Tarakan Dikeluhkan Warga, Tarif Sewa Rp 1 Juta untuk Sekali Pakai

“Saya juga himbau tadi agar puasanya disesuaikan dengan kondisi fisik dan usia nanti ngejar puasa jadi sakit,” tuturnya.

Setelah berpuasa dan tidak melakukan 4 pantangan wajib, umat Hindu pada keesokan harinya akan melakukan Ngemba Geni, yang berarti nyalakan api.

“Itulah maknanya, mulailah kehidupan lebih baru nyalakan api disana dengan harapan-harapan baru. Karena di hari H Nyepi kita sudah introspeksi diri, apa yang baik dan tidak baik, istilahnya merefleksikan setahun lalu lah,” pungkas dia. (*)

Reporter : Endah Agustina

Editor : Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *