Operasi Keselamatan Kayan, Satlantas Polres Tarakan Berikan Atensi Lebih ke Odol

benuanta.co.id, TARAKAN – Kepolisian Resor (Polres) Tarakan melakukan gelar apel Operasi Keselamatan Kayan 2022 yang melibatkan beberapa unsur aparat diantaranya TNI-Polri dan Forkopimda lainnya.

Gelar apel ini bertujuan untuk meningkatkan tertib lalu lintas atau Sitkamseltibcarlantas.

Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Lantas Polres Tarakan AKP Rully Zuldh Fermana menjelaskan bawa fokus operasi ini mengedepankan pencegahan Covid yang bertindak lebih persuasif yang akan berlangsung selama 2 pekan ke depan.

“Jadi, untuk target penindakan tidak ada, tidak menargetkan tilang namun bukan berarti tidak ada penindakan hanya saja tidak ditargetkan,” jelasnya, Selasa (1/3/2022).

Menurut Rully, permasalahan yang saat ini sedang marak ialah overdimensi dan overload (Odol). Odol adalah kejahatan lalu lintas yang memiliki dampak yang luar biasa, misalnya kecelakaan lalu lintas, kemacetan, sampai mempercepat kerusakan jalan.

Baca Juga :  Cari Daun Nipah, Warga Lingkas Ujung Hilang di Hutan Rumah Adat Tidung

“Sementara kita atensi di wilayah Tarakan di Kaltara ini masalah itu, jadi nanti akan ada beberapa kegiatan terkait dengan Odol itu,” tuturnya.

Odol yang saat ini menjadi atensi, pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan untuk melakukan sosialisasi.

Mengenai laporan masyarakat terkait odol, pihaknya mengaku tetap ada laporan meski tidak terlalu banyak. Dikatakannya, bahwa risiko dari Odol ini sangat nyata berbahaya, seperti truk yang bermuatan tidak masuk akal.

“Jadinya kan masyarakat takut ya, gimana kalau jatuh, itukan berbahaya. Kita tahu juga sudah ada pernah kejadian terkait ini, meski bukan di sini (Tarakan),” tukasnya.

Baca Juga :  Polisi Dalami Laporan Dugaan Penyebaran Data Pribadi yang Menyeret Dirut PDAM Tarakan

Rully menegaskan bahwa hal ini tentu menjadi atensi utama bagi pihaknya, terlebih melihat kondisi struktur jalanan di Kota Tarakan berbukit-bukit.

“Sebenarnya kan juga ada aturan daerah ya memang jalan tertentu boleh dilewati diwaktu tertentu, makanya kita kolaborasi nya dengan Dishub,” tuturnya.

“Kalaupun nanti ada perlu kajian tentang kelayakan jalan untuk dibuatkan aturan seperti itu mungkin kita lakukan, yang jelas odol kita masih sosialisasi dan kita lihat perkembangan,” tambahnya.

Disinggung soal, ketertiban dan keamanan berkendara ia mengembalikan ke kebijakan masing-masing daerah. Meski di awal tahun 2022 Satlantas mencatat lebih dari 20 kasus kecelakaan, namun dengan ini ia berharap dapat ditekan dari semenjak operasi digelar.

Baca Juga :  Pengusaha Sapi Tarakan Klaim Rugi Ratusan Juta Akibat Pasokan Tak Terkontrol

“Cuman ya memang kita tidak langsung tindak ya, kita kasih persuasif dulu kalau memang tidak berkurang selama dua tiga hari pelaksanaan operasi mungkin kita akan tingkatkan,” ujarnya.

Melihat laka dan pelanggaran yang dinilai hingga saat ini masih banyak, pihaknya masih terus menunggu instruksi dari Dirlantas terkait penindakan yang ada.

“Kalau memang dari pimpinan daerah kita pak Dirlantas memberikan kebijakan, mungkin saya bisa izin untuk melakukan penindakan stationer bisa kita lakukan. Karena memang sudah lama kita tidak lakukan penindakan secara masif, efek jeranya dirasa kurang khususnya di Tarakan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *