Banyak Temuan Surat Swab Palsu, Begini Kata KKP

Tarakan780 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tarakan akan menambah petugas penjagaan, lantaran banyaknya ditemukan surat atau dokumen keterangan kesehatan palsu, baik di pintu masuk maupun pintu keluar Kota Tarakan.

Koordinator Wilayah Kerja (Wilker) Pelabuhan KKP Tarakan, Agung Setiawan mengatakan, banyak ditemukan stempel validasi palsu yang bukan berasal dari petugas validasi.

Untuk diketahui, proses validasi merupakan serangkaian pemeriksaan untuk meminimalisir adanya surat SWAB atau syarat bepergian palsu, jika penumpang memenuhi syarat, akan diberikan stempel validasi dari petugas KKP.

Baca Juga :  Maulid Jangan Sekadar Seremonial, Pemuda Diminta Hidupkan Akhlak Rasulullah

“Temuan stempel validasi palsu dari setiap proses deportasi baik di pelabuhan maupun bandara pasti ada, tentu saja bukan dari petugas KKP,” ujar Agung kepada benuanta.co.id.

Agung menjelaskan, surat SWAB palsu, sertifikat vaksin palsu, stempel validasi palsu yang bukan dari petugas validasi banyak ditemukan, KKP Kelas II Tarakan telah menyepakati akan melakukan survey ke pelabuhan maupun bandara di Kota Tarakan.

Baca Juga :  Akses Masuk Mahasiswa UBT Terdampak Titik Panas Batu Bara, Kampus Siapkan Kuliah Daring Jika Kondisi Memburuk

“Kita akan survey, dan kita akan ubah skenarionya. Karena selama ini 1 tahun berjalan, posisi validasi tidak ada petugas keamanan,” terangnya.

Penambahan petugas keamanan yang dilakukan oleh KKP untuk petugas validasi juga dilakukan untuk menghindari bentrok, atau intimidasi, atau hal-hal lain yang dikhawatirkan.

“jika sudah berhubungan dengan fisik kita tidak tau emosional penumpang ataupun orang-orang yang bekerja di pelabuhan,” sebutnya.

Baca Juga :  Dua Kecamatan di Tarakan Belum Punya Mobil Patroli, Satpol PP Harap Tambahan Kendaraan

Agung lanjut menjelaskan, seluruh pemalsuan sertifikat maupun surat keterangan kesehatan bisa diketahui, setelah divaksin masyarakat bisa mengeceknya sendiri.

“Dari pusat juga sudah menyampaikan masing-masing individu bisa mengecek sertifikat vaksinnya, ataupun hasil PCR melalui aplikasi PeduliLindungi,” tutupnya. (*)

Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor : Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *