Kekurangan Tenaga, RSUKT Wacanakan Tutup Poli Covid-19

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) mewacanakan akan menutup pelayanan poli covid bagi masyarakat yang terpapar covid melakukan rawat jalan.

Hal itu dikarenakan tenaga kesehatan pada pelayanan poli covid kewalahan menangani pasien covid rawat jalan yang jumlah cukup banyak. Apalagi di RSUKT juga merawat pasien covid yang memiliki gejala.

Baca Juga :  Razia 5 THM di Tarakan, 1 Pengunjung Positif Amphetamine

“RSUKT kewalahan tenaganya, dia buka poli covid, pelayanan covid, banyak tenaganya kelelahan. Ini ada wacana poli covid akan ditutup di RSUKT,” ungkap Jubir Satgas Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes.

Menurut Jubir, Poli covid tangani pasien covid yang rawat jalan. Saat ini berdasarkan juknis baru, pasien covid yang memiliki gejala ringan sampai tak bergejala cukup isolasi mandiri.

Baca Juga :  Pendataan Perlinsos Karang Anyar Berakhir, Baru 500 Warga Terlayani dari Perkiraan Ribuan Sasaran

Pasien covid tanpa gejala, akan diarahkan melakukan isolasi mandiri selama 10 hari. Sedangkan yang memiliki gejala seperti batuk, demam, pilek akan diberikan 3 hari proses penyembuhan gejala ditambah 10 hari isolasi mandiri.

“Iya, menurut juknis terbaru seperti itu (tidak ada lagi swab follow up). Untuk tanpa gejala isolasi mandiri 10 hari, untuk dengan gejala 3 hari bebas gejala demam, batuk, pilek plus 10 hari (isolasi mandiri),” ujarnya.

Baca Juga :  Hampir Sebulan Jalan Gajah Mada Rusak dan Tergenang Air, DPUPR Kaltara Upayakan Pembersihan Sedimen

Nantinya, pasien covid yang telah selesai melaksanakan isolasi mandiri akan diberikan surat keterangan dari puskesmas setempat.(*)

Reporter: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *