Usai Lebaran, Gangguan Pencernaan dan Pernapasan Meningkat 25 Persen di Tarakan

Tarakan60 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Kasus gangguan kesehatan pascalebaran di Kota Tarakan mengalami peningkatan, khususnya pada penyakit pencernaan dan saluran pernapasan.

Salah satu dokter di Klinik Permai Medika, dr. Joko, mengungkapkan, lonjakan kasus mulai terlihat sejak akhir Ramadan, saat Hari Raya Idulfitri, hingga sepekan setelahnya.

“Kasus yang paling banyak itu keluhan di pencernaan dan saluran napas, termasuk tenggorokan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gangguan pencernaan umumnya dipicu oleh pola makan selama lebaran yang cenderung berubah. Beragam hidangan tinggi lemak dan santan menjadi faktor utama meningkatnya keluhan tersebut.

Baca Juga :  Karhutla di Tarakan Tembus 56 Hektare pada Periode Agustus

“Memang saat lebaran banyak makanan yang menarik. Ada yang tubuhnya bisa menyesuaikan, tapi ada juga yang tidak,” jelasnya.

Selain itu, kasus radang tenggorokan juga cukup dominan. Kondisi ini dipengaruhi oleh konsumsi makanan berminyak, minuman dingin, hingga faktor cuaca yang tidak menentu di Tarakan.

“Radang tenggorokan bisa dipicu makanan gorengan, minuman, dan juga perubahan cuaca, seperti panas lalu hujan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kondisi Lapangan Stadion Datu Adil Tarakan Dikeluhkan Warga, Tarif Sewa Rp 1 Juta untuk Sekali Pakai

Tak hanya itu, penyakit influenza atau flu juga mengalami peningkatan. Menurutnya, kondisi daya tahan tubuh yang menurun menjadi salah satu pemicu utama. “Kalau imun turun, virus lebih mudah masuk,” tambahnya.

Secara keseluruhan, dr. Joko memperkirakan terjadi kenaikan kasus sekitar 20 hingga 25 persen dibandingkan hari biasa.

Ia menyebut, peningkatan kasus pascalebaran merupakan fenomena yang relatif terjadi setiap tahun, meskipun di Tarakan angkanya cenderung stabil sepanjang tahun karena faktor cuaca yang khas.

Baca Juga :  Balapan Speedboat 40 PK Digelar Besok, Total Hadiah Capai Ratusan Juta!

“Kalau di Tarakan, kasus seperti ini relatif stabil, hanya meningkat di momen tertentu seperti setelah lebaran atau saat musim penyakit tertentu,” jelasnya.

Guna mencegah gangguan kesehatan, masyarakat diimbau menjaga pola hidup sehat, seperti cukup istirahat, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengurangi makanan berminyak dan tinggi penyedap.

“Bisa juga ditambah dengan konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *