Pelaku Child Grooming Dekati Keluarga Korban, Orang Tua Diminta Lebih Waspada

Tarakan39 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Pelaku child grooming tidak hanya mendekati korban, tetapi juga membangun hubungan dengan keluarga korban agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Kalimantan Utara, Rahma Fitrah, M.Psi., Psikolog yang menangani sejumlah kasus kekerasan terhadap anak.

“Beberapa child groomer itu melakukan pendekatan sampai ke keluarganya,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

Baca Juga :  Akses Masuk Mahasiswa UBT Terdampak Titik Panas Batu Bara, Kampus Siapkan Kuliah Daring Jika Kondisi Memburuk

Dengan pendekatan tersebut, keluarga korban menganggap hubungan tersebut sebagai hal yang wajar. Hal inilah yang menyebabkan banyak pelaku berasal dari orang terdekat korban.

Selain itu, pelaku kerap kali memanfaatkan kekosongan emosional anak, seperti kurang perhatian dan konflik keluarga. Hal inilah yang dijadikan cela olah pelaku untuk mendekati korban dengan mengisi kekosongan yang ada pada anak.

Baca Juga :  Maulid Jangan Sekadar Seremonial, Pemuda Diminta Hidupkan Akhlak Rasulullah

Orang tua diminta lebih aktif memantau pergaulan anak, baik secara langsung maupun di media sosial. Bahakan dibeberapa kasus, orang tua malah mempercayakan anak kepada pelaku.

Minimnya pemahaman tentang pola grooming membuat keluarga sulit mengenali tanda bahaya di sekitar anak.

“Bahkan kalau beberapa klien saya nih, orang tuanya malah ditip anak itu ke si groomernya. Karena merasa mungkin sudah seperti keluarga sendiri,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Anak Berjualan di Ruang Publik, Dinsos Tarakan: Status Bansos Belum dapat Dipastikan

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *