Hari Raya Waisak, Ini Makna Tema Tahun Ini

benuanta.co.id, TARAKAN – Umat Buddha rayakan Hari Raya Waisak 2025 bertemakan ‘Tingkatkan Pengendalian diri dan Kebijaksanaan Wujud Perdamaian Dunia’ memiliki makna yang dalam bagi para Buddhist atau penganut agama Buddha.

Kepala Seksi Binmas Buddha Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Utara (Kaltara), Warsito menjelaskan pengambilan tema bertujuan agar umat Buddha melihat dan mewujudkan perdamaian dunia. Dari hal ini dapat dilihat tingkat pengendalian diri itu paling penting untuk menjaga keharmonisan antarsusama.

“Disini yang dapat kita pahami bersama, bahwa di dalam pengendalian diri itu tentunya itu berdasarkan pada kebijakan yang ada di dalam diri kita,” ujarnya, Senin (12/5/2025).

Baca Juga :  Speedboat Mati Mesin di Perairan Muara Bulungan, Lima Warga Tarakan dalam Pencarian

Dalam perayaan Waisak intinya adalah menjaga kebersamaan namun yang paling prioritas adalah pengendalian diri. Menurutnya, tidak menjaga kebersamaan maka akan sulit untuk mengendalikan diri.

Tanpa adanya pengendalian diri, kewaspadaan itu kita pasti akan lewati dan kewaspadaan itu tidak akan menimbulkan hal-hal yang pencurigakan. Di situlah muncul adanya bentuk-bentuk yang akan kita progres bersama.

Baca Juga :  Dari Narkoba hingga Penipuan Daring, Ini 8 Prioritas Penanganan di Polres Tarakan

Selain itu, ia menjelaskan kegiatan mandi rupang yang juga salah satu ritual yang dilakukan saat Waisak. Mandi rupang itu sama dengan membersihkan diri. Kegiatan ini juga merupakan refleksi pada diri sendiri.

“Ini filosofinya bahwa kita mandi rupang itu sama saja membersihkan diri kita sendiri untuk menjadi yang lebih baik. Itulah yang dikatakan sebagai mandi rupang itu sendiri,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Polisi Tidur di Ladang Dievaluasi, Dishub Tarakan Sebut Pemasangan Atas Permintaan Kodaeral XIII

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *