benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Masih banyaknya anak-anak usia 5-6 tahun yang belum masuk jenjang PAUD di Kabupaten Tana Tidung (KTT), membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung, bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tana tidung dan Bunda Paud Tana Tidung mengupayakan segala cara untuk menarik minat orang tua, agar mau memasukan anaknya ke jenjang pendidikan PAUD.
Salah satu upaya itu dengan membuat program Satu PAUD untuk Satu Desa, bisa segera berjalan tahun ini. Menurut Kasi Guru Tenaga Pendidikan Paud dan Pendidikan Non Formal, Dinas Pendidikan Kebudayaan (Disdikbud) Tana Tidung, Musakkir, saat ini sudah ada 42 PAUD yang ada dan menyebar seluruh KTT.
“42 PAUD itu belum mencakupi 32 desa yang ada di sini karena satu desa ada yang memiliki beberapa PAUD, disesuaikan dengan jumlah kepadatan penduduk dan dari data kita masih ada 5 Desa lagi yang belum memiliki PAUD,” kata Musakkir, Rabu, 22 Juni 2022.
5 Desa yang belum memiliki PAUD di antaranya Desa Priuk, Desa Maning, Desa Sesayap Selor, Desa Seludau dan Desa Tana Merah Barat.
5 Desa ini merupakan Desa terpencil yang ada di KTT dan diupayakan untuk segera mungkin memiliki PAUD.
“Untuk pembangunannya sudah ada, tinggal menunggu ijin beroperasinya saja dan kita harap PAUD yang ada di 5 Desa ini nantinya dapat menarik minat masyarakat untuk memasukan anaknya kedalam PAUD,” ujarnya.
Disisi lain selain mengejar progres pembangunan Satu PAUD untuk Satu Desa, Bunda Paud Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, mengatakan saat ini pihaknya juga terus meningkatkan program kerja bersama Bunda PAUD yang ada di KTT. Seperti menyiapkan fasilitas penunjang bagi guru PAUD dan anak-anak PAUD.
“Program satu laptop untuk guru PAUD merupakan inovasi kita dalam menarik perhatian anak, sehingga anak-anak PAUD lebih giat belajar dan lebih memahami kondisi modernisasi saat ini,” kata Vamelia.
Pentingnya anak-anak untuk Sekolah PAUD, dijelaskan Vamelia, merupakan gerakan dalam mencegah pertumbuhan stunting yang terjadi di KTT saat ini.
“Jika anak sekolah dengan jenjang pendidikan yang tepat, saya rasa angka stunting juga dapat menurun. Oleh karena itu, jenjang pendidikan PAUD kita harapkan dapat diikuti oleh setiap anak agar tidak terjangkit stunting saat memasuki SD,” pungkasnya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli







