Kasus Covid-19 di Sulsel Belum Turun, Gubernur Siapkan Skenario

MAKASSAR – Kasus kematian akibat virus Corona (Covid-19) di Sulawesi Selatan (Sulsel) terbilang tinggi, bahkan belum menunjukkan tren menurun. Terbaru, data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, sebanyak 894 orang dalam pemantauan (ODP), 293 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 403 pasien positif sedang dalam perawatan intensif berdasarkan situs Covid-19.sulselprov.go.id, Ahad (10/5/2020).

Sementara itu, jumlah korban jiwa di Sulsel yang tengarai akibat wabah ini mencapai ratusan orang. Lagi, melalui situs resmi Pemprov, Covid-19.sulselprov.go.id mencatat sebanyak 150 orang meninggal dunia, dengan kategori  103 orang PDP dan 47 orang positif.

Meski kasus Covid-19 di Sulsel belum menunjukkan grafis kesembuhan yang signifikan. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah telah menyiapkan skenario pemulihan ekonomi dari terpaan wabah Corona.

“Kita berdoa dan berharap bisa hidup normal. Kita bangun ekonomi kita kembali, saya sampaikan setelah corona, maka episode kedua akan muncul, yakni persoalan ekonomi,” kata Nurdin melalui keterangan persnya.

Menurut mantan bupati Bantaeng ini, sejak wabah Covid-19 melanda Sulsel puluhan ribu karyawan di rumahkan dan pemutusan hubungan kerja (PHK), serta ratusan perusahaan harus tutup. Skenario pemulihan dan menanggulangi munculnya status masyarakat sebagai orang miskin baru akibat pandemi ini, kata Nurdin, upaya yang harus dilakukan pemerintah memberikan stimulus untuk kembali  produktif dan berproduksi.

“Saudara-saudara kita yang miskin baru ini, ada 24.000 ribu di Sulsel yang dirumahkan termasuk PHK. Ada 169 perusahaan tutup. Mungkin di Sulsel, akan  ada 30.000 kesempatan kerja yang  terbuka. Tetapi saya berharap kita curahkan perhatian untuk menyelesaikan persoalan Covid-19 ini dulu,” jelasnya.

Pemilik tagline prof Andalan ini menjelaskan, terkait penanganan Covid-19 pemerintah pusat meminta pemerintah daerah melakukan realokasi dan refocusing Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah pusat juga menekankan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan penyesuaian anggaran secara menyeluruh.

Gubernur menyampaikan, Pemprov juga berkolaborasi dengan berbagai kementerian pusat, termasuk dengan kementrian PUPR. Terdapat beberapa proyek yang coba direfocusing dan direalokasi menjadi kegiatan padat karya.

Ditambahkan Nurdin Abdullah, refocusing dan relokasi anggaran sangat diperlukan di situasi  seperti sekarang. Apalagi, beberapa proyek yang dibiaya Dana Alokasi Khusus ditarik dan mengalami pemotongan anggaran 50 persen.

“Itukan skenario terburuk, saya percaya kalau kita cepat menyelesaikan masalah Covid-19 ini, pasti skenarionya berubah,” imbuhnya.(*)

Reporter: Akbar
Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *