Dari Sekatak ke Tanah Kuning, Jalur Kereta Api Kaltara Mulai Dipetakan

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan Utara (Kaltara) mulai dibahas secara serius. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara bersama investor dan sejumlah perusahaan menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna membahas peluang pembangunan kereta api logistik yang akan menghubungkan kawasan produksi dengan pelabuhan dan kawasan industri.

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, mengatakan kehadiran kereta api dapat menjadi solusi untuk memperlancar distribusi hasil tambang dan perkebunan kelapa sawit yang selama ini masih mengandalkan angkutan jalan darat. Menurutnya, moda transportasi berbasis rel memiliki sejumlah keuntungan, salah satunya mampu menekan biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan bagi pelaku usaha.

“Bagi pelaku usaha batubara maupun sawit nantinya bisa memanfaatkan kereta api yang akan dibangun ini sehingga biaya angkut mereka lebih murah,” ujar Zainal saat membuka FGD di Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Kembali Raih Opini WTP, Pertahankan Rekor 12 Kali Berturut-turut

Selain mengurangi biaya distribusi, pembangunan kereta api juga diharapkan dapat mengurangi beban kendaraan berat di jalan umum yang selama ini menjadi salah satu penyebab kerusakan infrastruktur. Zainal mengungkapkan, langkah awal yang akan dilakukan adalah menyiapkan perjanjian kerja sama dengan PT Indonesia Transit Synergy (INTRA) serta menyusun studi kelayakan atau feasibility study sebelum proyek memasuki tahap pembangunan.

“Kita akan menyiapkan PKS dengan PT Intra dan membuat feasibility study untuk berlangsungnya kegiatan real kereta api di Kalimantan Utara,” katanya.

Baca Juga :  Gubernur Zainal Lantik 41 Pejabat Pemprov Kaltara, Tekankan Peningkatan PAD dan Pelayanan Publik

Tidak hanya untuk angkutan barang, Pemprov Kaltara juga memiliki harapan agar jalur kereta api tersebut suatu saat dapat digunakan sebagai sarana transportasi penumpang. Bahkan, komunikasi awal dengan Brunei Darussalam terkait konektivitas jalur kereta api antarnegara di Pulau Kalimantan telah dilakukan.

“Mudah-mudahan nanti rel kereta api untuk barang bisa berkembang menjadi rel kereta api untuk penumpang juga,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris DPMPTSP Kaltara, Rahman Putrayani, menjelaskan pembahasan saat ini masih berfokus pada penyamaan persepsi antara pemerintah, investor, dan perusahaan yang berpotensi menjadi pengguna jasa angkutan kereta api.

Menurutnya, tahap awal pembangunan direncanakan berada di Kabupaten Bulungan. Jalur tersebut diproyeksikan menghubungkan kawasan Sekatak hingga Mangkupadi dan terkoneksi dengan kawasan industri Tanah Kuning.

Baca Juga :  Gubernur Zainal Tegaskan Pelantikan Pejabat Bagian dari Pembinaan ASN Berkelanjutan

“Hari ini kita ingin menyamakan persepsi dulu. Fokus utama kita memang logistik karena kebutuhan angkutan komoditas di Kaltara cukup besar,” kata Rahman.

Ia optimis, proyek tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak karena dinilai mampu membuka akses transportasi yang lebih efisien bagi dunia usaha sekaligus mendukung pertumbuhan investasi di Kaltara yang hingga triwulan I tahun 2026 telah mencapai Rp11 triliun.

Jika terealisasi, kereta api akan menjadi salah satu infrastruktur transportasi baru yang dapat mengubah pola distribusi barang di Kaltara dan memperkuat konektivitas kawasan industri di masa depan.(*)

Reporter: Alvianita
Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *