benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Sebelum diresmikan menjadi sambungan air baru PDAM jalur desa, Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT), Ibrahim Ali, ingin pihak PDAM kembali mendata jumlah pelanggan baru yang ada di Desa Sesayap Hilir dan sekitarnya.
Harapannya agar lebih selektif, tidak ada sambungan air rumah (SAR)tanpa pemilik, seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
“Biasa ada saja kejadian, SARnya ada tapi rumahnya tidak ada. Padahal kita ingin semua warga desa benar-benar mendapatkan SAR air bersih yang layak,” kata Ibrahim.
Dengan tersambungnya SAR air bersih yang ada di Desa Sesayap Hilir dan sekitarnya, Ibrahim berharap mata masyarakat desa lebih bisa terbuka terhadap pentingnya air bersih untuk dipergunakan sehari-hari.
“Kebanyakan warga desa masih sering menggunakan air bor tanah yang tidak jelas kebersihannya. Maka dari itu kita saat ini terus berupaya agar jaringan-jaringan baru SAR bisa bertambah ke desa-desa yang lain,” ujarnya.
Disisi lain direktur PDAM KTT, Winarno mengatakan saat ini pihaknya telah memulai pendataan pelanggan baru PDAM, sekaligus untuk memastikan jaringan SAR baru tetap teraliri air hingga hari peresmian nanti.
“Sebelum diresmikan kita ingin memastikan juga jaringan SAR yang baru ini sudah berfungsi dengan baik,” bebernya.
Agar tidak adanya terjadi hak yang tidak diinginkan sebelum hari peresmian, Winarno pun meminta agar warga, segera membuat laporan jika ada kondisi SAR yang tidak dapat berjalan dengan baik.
“Lapor saja kita di PDAM pasti akan bertindak, karena ini juga upaya kita untuk melayani pelanggan,” imbuhnya.
Dalam pendataannya Winarno membeberkan ada 590 rumah di Desa Sesayap Hilir dan sekitarnya yang sudah masuk dalam data baru pelanggan PDAM.
Hal ini pun diharapkan dapat menunjang pendapatan Perumda, seiring dengan bertambahnya jumlah pelanggan.
“Kita ini termasuk yang paling murah di Kaltara karena hanya Rp 2000 saja/kubik airnya. Meski murah, kita tetap berupaya menambah PAD KTT dengan menambah jumlah pelanggan,” tutupnya. (*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli







