Malinau – Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menyelenggarakan Lomba Gelar Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Tahun 2021 yang dilaksanakan di Panggung Padan Liu.
Kepala DPMD Padan Impung, S.Pd, MM menjelaskan tujuan dari kegiatan ini, pertama untuk menyeleksi inovasi yang akan mewakili Kabupaten Malinau dalam Lomba Gelar Inovasi TTG tingkat Provinsi Kalimantan Utara, kedua memotivasi inovator Kabupaten Malinau dalam mengembangkan TTG sebagai usaha peningkatan ekonomi di desa, ketiga mewujudkan kerjasama pemerintah provinsi dan kabupaten dengan pihak ketiga untuk pengembangan dan penerapan TTG dalam pengelolaan sumber daya alam di desa.
Tema dari kegiatan ini yaitu “Malinau Bisa” dengan subtema “Dengan Kreativitas Nasionalis Kebangsaan Mewujudkan Malinau Berinovasi Untuk Bangkit Di Tengah Pandemi Covid 19 Melalui Teknologi Tepat Guna Menuju Masyarakat Malinau Yang Maju Dan Sejahtera”.
Dalam kegiatan itu Padan menyampaikan beberapa prestasi yang telah ditorehkan oleh TTG Malinau seperti, juara 1 TTG inovasi tingkat provinsi dan juara 2 nasional pada tahun 2018 dengan nama alat pompa air gravitasi tanpa listrik. Kemudian juara 3 TTG inovasi tingkat provinsi tahun 2018 nama alat mesin rumput 3 in 1.
“Ini tentu prestasi positif bagi kita semua dan masih ada juga prestasi lainnya yang kita raih di TTG kita,” kata Padan
Diantaranya ialah, juara 2 TTG inovasi tingkat provinsi tahun 2019 dengan nama alat sepeda pencabut bulu ayam dan juara 3 TTG inovasi tingkat provinsi tahun 2019 nama alat mesin pencacah jerami.
“Saya yakin ke depan kita bisa berinovasi lebih baik lagi, kita mungkin daerah yang letaknya berada diujung indonesia atau dekat perbatasan,” ujarnya lagi.
“Tapi dalam segi inovasi dan kreatifitas kita tidak akan kalah sama daerah lain, karena ini juga bukti kalau SDM kita sudah jauh lebih maju dari yang kita bayangkan sebelumnya,” tuturnya.
Adapun alat dan inovasi yang dilombakan pada hari ini berjumlah 7 alat dan 2 metode pemanfaatan limbah yakni limbah lilin batik dan penangkap lalat buah.
Menariknya lagi, diantara alat yang sudah atau baru diikutkan dalam lomba ternyata sudah ada beberapa yang telah memiliki pasar penjualan.
“Dari beberapa alat yang dilombakan juga sudah ada yang terjual dan digunakan oleh masyarakat. Jadi ini tidak sekedar inovasi untuk lomba saja, tapi juga bermanfaat ekonomis bagi masyarakat kita karena bisa menjualnya untuk kepentingan ekonomi Malinau,” ujarnya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli







