BERAU – Wakil Bupati Berau, Gamalis, angkat bicara terkait program tes urine mendadak yang menyasar jajaran lurah dan kepala kampung di seluruh wilayah Kabupaten Berau. Program ini merupakan bentuk sinergi antara DPRD Berau dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) atau P4GN demi mewujudkan aparatur pemerintahan yang bersih dari narkoba.
Gamalis menegaskan, langkah tegas ini diambil karena aparat kampung merupakan garda terdepan yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Jika perangkatnya sendiri tidak bersih, dikhawatirkan mereka tidak akan bisa membersihkan masyarakat dari pengaruh barang haram.
“Bagaimana pun namanya perangkat kampung, baik kepala kampung beserta seluruh staf, itu kan menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kalau para kepala kampung dan aparat ini dianggap belum cukup bersih, maka bagaimana dia bisa membersihkan masyarakat yang di kampung?” ujar Gamalis dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).
Ia juga menjelaskan kebijakan ini menuntut keterbukaan penuh dari para pegawai. Pasalnya, tes urine terkadang bisa mendeteksi zat adiktif secara tidak sengaja, misalnya dari konsumsi obat-obatan flu atau obat tidur yang diminum beberapa malam sebelumnya.
Oleh karena itu, transparansi dari peserta tes sangat diutamakan agar hasil pemeriksaan dapat dianalisis secara objektif.
“Makanya kita harus betul-betul disampaikan. Kalau ada temuan, maka temuan itu akan kita serahkan ke DPMK, lalu diserahkan ke P4GN untuk dilakukan rehabilitasi,” jelas Gamalis.
Program tes urine massal ini telah menjangkau sebagian besar wilayah di Berau dan akan terus berlanjut ke kecamatan-kecamatan berikutnya.
“Sejauh ini sudah enam kali (sesi) tes urine. Insya Allah lusa itu di Sambaliung. Nah, tersisa Kelay, Segah, dan Maratua. Tinggal itu saja lagi, kalau itu sudah selesai, insya Allah semuanya sudah terditeksi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina







